oleh

Mama Emi Beberkan Program, Mantan Ketua KPK: NTT akan jadi PTT

-Politik-91 Dilihat

Kupang, Terasntt.com – Sebuah pujian diberikan kepada Cawagub NTT Emellia Julia Nomleni ketika Mama Emi, sapaan Emellia, menghadiri acara Kupas Kandidat yang digelar Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI), Kamis (17/5/2018).

Dalam kesempatan itu, Mama Emi menjelaskan secara detail program-program unggulan yang akan dijalankan paket Marhaen jika terpilih dan memimpin NTT kelak.

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, mengatakan bahwa NTT tidak akan menjadi ” Nanti Tuhan Tolong” tapi menjadi PTT (Pasti Tuhan Tolong).

“Setelah mendengar uraian program Ibu panjang lebar, saya bisa memastikan bahwa NTT bukan lagi menjadi ‘Nanti Tuhan Tolong’, tapi akan menjadi PTT ‘Pasti Tuhan Tolong'” ujar Bambang.

Pujian pendek yang diucapkan Bambang ini adalah akumulasi dari berbagai jawaban yang diberikan Mama Emi terhadap pertanyaan yang diberikan panelis. Dalam diskusi itu, Mama Emi mampu memberikan jawaban sekaligus solusi dari persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat NTT, misalnya kasus humman trafficking.

“Pada tahun 2014, presiden Jokowi memberikan pernyataan bahwa NTT darurat human trafficking. Tolong berikan pemahaman kepada kami bagaimana kasus ini bisa teratasi,” tanya Bambang.

Pertanyaan ini ditanggapi politisi PDIP berambut putih itu dengan tenang namun lancar. Menurutnya, kasus humman trafficking ini naik drastis, karena persoalan administrasi dan birokrasi yang cukup panjang.

“Memang kita tidak bisa melarang orang mencari kerja. Makanya banyak yang mencari kerja sendiri. Namun perlu kita lihat, yang ilegal, yang kemudian dikatakan humman trafficking, bisa terjadi karena urusan birokrasi dan administrasi yang panjang. Kami akan membenahi birokrasi ini, sehingga masyarakat bisa lebih cepat mengurus surat-surat,” katanya.

Mama Emi menambahkan, masyarakat juga perlu dibekali dengan skill dan kemampuan yang memadai.

“Ini kita bicara soal migrasi aman. Selain birokrasi diperpendek, soal skill juga diperhatikan. Untuk itu akan ada pelatihan. Sehingga ketika mereka keluar, mereka bisa aman, selain karena ada dokumen, tapi juga karena ada keahlian,” jelasnya.

Banyak masalah-masalah lain yang disodorkan para panelis. Salah satunya dari Musni Umar, seorang Sosiolog.

Menurut Umar, masyarakat NTT sekarang ini terjerat dalam banyak persoalan, misalnya ketersediaan air.

Menanggapi itu, Mama Emi mengatakan, persoalan air ini bisa diatasi, salah satunya dengan membuat embung-embung.

“Kalau di Kota Kupang, persoalan air ini sudah bisa teratasi. Namun di desa-desa, masih harus ada upaya lebih jauh. Salah satu yang akan kami lakukan adalah membangun embung-embung untuk menyimpan air agar bisa digunakan dalam waktu yang lama,” jelasnya.

Dirinya berharap, dengan upaya pembangunan embung-embung, masyarakat bisa menggunakan air itu untuk kebutuhannya, termasuk juga dalam menjalankan proses pertaniannya.

“Kami bersyukur karena sekitar 7 bendungan dibangun pemerintah pusat di NTT. Kami akan tambahkan lagi dengan embung-embung, agar masalah air bisa diatasi,” terangnya. (rafael l pura)

Komentar