oleh

MA, Sopir Angkot Pelaku Teror Berdarah di Thamrin

-Hukrim-18 Dilihat

Jakarta, CNN Indonesia — Pelaku aksi teror di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat berinsial MA merupakan bapak tiga anak yang berprofesi sebagai sopir angkutan kota. Hal itu diungkapkan istri pelaku, SM (31 tahun), yang tidak pernah menyangka kalau suaminya menjadi pelaku aksi peledakan bom dan penyerangan membabi-buta.

SM menyatakan, baru mengetahui sosok MA menjadi salah satu pelaku pengeboman setelah datang ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Ia mengenali sosok suaminya dari pakaian yang dikenakan MA sebelum meninggalkan rumahnya yang terletak di Kampung Pesanggrahan Rt 02 Rw 03, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

“Saya tahunya tadi siang setelah pulang dari rumah sakit. Saya yakin itu suami saya terlihat dari baju birunya,” ujar SM di depan kediamannya ketika polisi menggeledah rumahnya, Jumat (15/1) malam.

Menurut SM, suaminya sehari-hari bekerja sebagai seorang sopir angkutan umum Koperasi Wahana Kalpika (KWK) jurusan Citraland Garden.

SM telah menikah dengan MA sejak 14 tahun lalu dan dianugerahi tiga orang anak. Selama itu, SM mengaku tidak pernah melihat suaminya melakukan hal-hal mengikuti ajaran yang berkaitan dengan terorisme.

“Oh tidak mengerti saya. Kalau ngaji ya ngaji. Cuma yang terdekat sini saja. Ya seminggu sekali ba’da subuh,” ujar SM.

Selain itu, ia juga mengaku tidak mengenal rekan-rekan MA yang juga diduga menjadi pelaku teror di Thamrin.

“Kalaupun ada temannya, saya tidak pernah lihat. Soalnya saya ada di dalam rumah saja. Iya dia (MA) hanya ngobrol biasa saja. Sudah lama banget itu,” ujar SM.

Namun, SM mengakui ada sikap yang tidak biasa ditunjukkan MA sebelum meninggalkan rumah pada Kamis (14/1). Kala itu, kata SM, MA hanya diam dan tidak mengucapkan sepatah kata pun sebelum berpamitan untuk melakukan aktivitasnya sebagai seorang sopir KWK.

“(MA) tidak bicara apa-apa. Hanya diam saja tidak mengeluarkan kata apa-apa. Langsung jalan setelah sarapan,” ujar SM.

SM Menambahkan, polisi telah melakukan penggeledahan di rumahnya tidak lama setelah oleh TKP dilakukan. SM berkata bahwa ada sejumlah barang yang dibawa oleh polisi, di antaranya pakaian dan sejumlah dokumen milik suaminya tesebut.

“Dompet dan telepon genggam saya juga (diambil polisi),” ujar SM.

Hingga kini SM tidak tahu harus bertindak apa. Ia mengaku pasrah dan siap diperiksa oleh petugas kepolisian terkait kasus terorisme tersebut.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, tiga petugas dia Puslabfor Mabes Polri dengan membawa alat khusus masuk ke dalam rumah pelaku MA dan melakukan olah TKP.

Sejumlah barang terlihat diperiksa oleh petugas Labfor. Polisi bersenjata lengkap juga terlihat melakukan penjagaan di depan dan di sekitar area rumah milik MA.

“Olah TKP ini dalam rangka mendapatkan keterangan dan alat bukti yang bersifat scientific investigation di dua lokasi dari dua terduga teroris yang tewas,” ujar Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di lokasi oleh TKP. (ags)

Komentar