oleh

Lokakarya IbW, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

-Humaniora-24 Dilihat

OELAMASI, Terasntt.com — Program Iptek bagi Wilayah (IbW)
merupakan bentuk campur tangan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dan Politeknik sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Hal ini membuktikan, Perguruan Tinggi bukan hanya berada di Kampus megah, tetapi juga terjun langsung di tengah masyarakat
mendorong petani agar lebih moderen dan profesional.

Demikian kata, Bupati Kupang Ayub Titu Eki ketika membuka Lokakarya hasil pelaksanaan program IbW di Desa Bipolo dan Oeteta, Kecamatan Sulamu ke III Tahun 2015 di kantor Bupati setempat, Kami (26/11/2015).

Menurut Titu Eki, kedepan program seperti itu dapat diarahkan ke desa-desa lain untuk mendoronga masyarakat disana, karena kehadiran dan campur tangan Perguruan Tinggi akan membawa manfaat lebih besar bagi desa yang bersangkutan.

” Ini tentu sejalan dengan program Paksa Tanam-Tanam Paksa dimana setiap kepala keluarga harus punya kebun, setiap desa harus punya kebun desa dan lumbung sehingga masyarakat tidak akan kekurangan pangan,” tegas Titu Eki.

Sebelumnya Dekan Fakultas Peternakan, Ir. Gustaf Oematan, M.Si mewakili Rektor UndanaN mengatakan, bahwa melalui program IbW Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi dapat bersinergi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, lanjutnya bentuk kerjasama seperti ini dapat dilanjutkan dan melalui lokakarya ini para hadirin dapat saling berbagi dan memberi masukkan bagi kesempurnaan program-program kedepan.

Ketua Tim Lokakarya, Prof.Dr.Ir. Erna Hartati, MS dalam materinya mengatakan, berbagai kegiatan yang dilakukanbersama masyarakat tahun sebelumnya membawa hasil yang menggembirakan diantaranya pengembangan padi sawah tahun 2013, dari 4 ton/ha naik menjadi 6 ton/ha pada tahun 2014 dan tahun 2015 naik menjadi 8 ton/ha.

Hal serupa, kata Hartati di sector pengembangan palawija, budidaya air tawar dan peternakan termasuk di dalamnya dengan Pengembangan Hijauan Pakan Desa.

Selain itu juga dilakukan intervensi Pemberian Makanan Tambahan sehingga dapat menekan angka gizi buruk dan gizi kurang sebesar 47.1%.

Menurut dia, dari testimony kelompok tani kedua desa binaan dapat disimpulkan, bahwa kelompok tani antusian dan menerima program tersebut karena telah membimbing, bahkan sukses meningkatkan penghasilan anggota kelompok. Dan kelompok juga berharap tetap ada pendampingan agar kelompok dapat lebih maju.

Lokakarya dimaksudkan untuk menjabarkan hasil-hasil yang telah dicapai atas pelaksanaan program tersebut selama 3 tahun berlangsung.
Lokakarya ini berlangsun di ruang rapat Bupati Kupang, Kamis 26 Nopember 2015, dihadiri, Dekan Fakultas Peternakan Undana Kupang, Ketua Tim pelaksana Program, Prof.Dr.Ir Erna Hartati MS., para pimpinan SKPD serta kelompok tani dari desa Bipolo dan Oeteta.(*/mas)

Komentar