oleh

Laiskodat : Saya Minta PT.SMR Hentikan Aktivitas

-Daerah-23 Dilihat

SOE, Terasntt.com — Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPR RI, Victor Buntilu Laiskodat meminta agar aktifitas PT. SMR dihentikan. Selama melakukan penambangan batu mangan di Wilayah Desa Supul, Noebesa, Tubmonas, Lakat dan Nobi-Nobi, Tumu Kecamatan Kuatnana dan Kecamatan Amanuban Tengah merugikan dan meresahkan masyarakat.

Permintaan sekaligus penegasan tersebut disampaikan Buntilu setelah mendengar aspirasi masyarakat dari dari masyarakat ke enam desa di Gereja Supul, TTS, Rabu (23/3/2016).

Menurut Laiskodat kehadiran PT. SMR memicuh retaknya hubungan sosial kemasyarakatan yang selama ini terjalin secara harmonis.

Bukan hanya itu, akibat penambangan yang dilakukan PT. SMR, juga menimbulkan kerusakan ekologi yang cukup memprihatinkan yang tidak mempertimbangkan dampak lingkungan yang tiak berdasarkan AMDAL yang sebenarnya.

” Yang pasti ini ditata kembali, Amdal kayak apa, limbahnya kayak apa, dan tadi sudah diakui bahwa limbah dibuang tidak benar. Pertama kita minta aktifitas dihentikan sementara sambil kita benahi hubungan sosial dan masalah ekologi yang sudah rusak,”tegas Ketua DPP Partai Nasdem.

Menurut Laiskodat, penghentian aktifitas tambang oleh PT SMR bertujuan untuk membenahi kembali masalah ekologi yang sudah rusak dan hubungan sosial masyarakat yang sudah tidak harmonis sebagai akibat dari adanya pro dan kontra terkait kehadiran PT.SMR.

” Bisa lanjut tapi lanjutnya kayak apa atau bisa juga berhenti tapi berhentinya kayak gimana. Tapi yang pasti untuk sementara kita minta aktifitas dihentikan,”kata Ketua Fraksi Nasdes DPR RI ini.

Sebelum pertemuan dengan masyarakat, Victor Laikodat terlebih dahulu menemui manajemen SMR yang juga ditunggui masyarakat pendukung PT.SMR.

Dalam dialog, Laiskodat menjelaskan bahwa sebagai ketua Fraksi, dirinya sudah banyak mendapat pengeluhan masyarakat terkait dengan aktifitas PT.SMR, sehingga sebagai anggota DPR dari Dapil 2 NTT, aspirasi dari masyarakat baik yang kontra maupun yang mendukung PT.SMR.

Dominggus Banu, salah seorang yang mewakili pendukung PT.SMR mengatakan, bahwa kehadiran PT. SMR sangat membantu masyarakat disekitar wilayah tambang dimana ada 75% karyawan PT.SMR merupakan warga lokal desa Supul, Noebesa, Oefenu.

Selain itu, lanjutnya ada beberapa keuntungan baik dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi bagi masyarakat sekitar wilayah tambang.

Sementara beberapa warga masyarakat yang menolak kehadiran PT. SMR mengeluhkan, bahwa begitu banyak kerusakan yang terjadi diareal tambang akibat belum direklamasi. Berikutnya telah terjadi penyerobotan lahan milik warga yang tidak menyetujui lahannya penambangan oleh PT.SMR. Juga mengadu domba kedua keluarga Nasimnasi dan Betty yang sebelumnya hidupnya sangat harmonis.

Terhadap pengeluhan tersebut Victor Laiskodat menegaskan agar aktifitas PT.SMR dihentikan sementara sambil melakukan pembenahan atas masalah yang terjadi baik dampak lingkungan dan dampak negatif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

” Jika semua masalah tersebut tidak bisa diselesaikan maka secara otomatis PT. SMR segera hentikan aktifitas secara total,” tegasnya.(pol)

Komentar