oleh

Kubu Agung Laksono Tak Restui Pelantikan Ade Komarudin

-Nasional-17 Dilihat

Jakarta, CNN Indonesia — Legislator Golkar Munas Ancol Dave Laksono tidak menerima keputusan rapat paripurna melantik Ade Komarudin sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang baru. Agenda pelantikan jabatan pengganti Setya Novanto dianggap telah dipaksakan karena tidak mengakomodasi aspirasi lain di partai beringin yang saat ini masih terbelah kepengurusan.

Putra dari politikus senior Golkar Agung Laksono itu bahkan memilih walkout dari ruang sidang paripurna setelah pimpinan sidang paripurna Fahri Hamzah mengetok palu tanda masuknya sesi sidang ke dalam agenda pelantikan Ketua DPR. Alih-alih menampung derasnya interupsi penolakan, Fahri memilih untuk tetap mengagendakan pelantikan sebagaimana yang telah disepakati dalam rapat konsultasi pengganti Badan Musyawarah.

“Pimpinan tidak mendengarkan suara anggota lagi tanpa peduli fakta politik yang ada. Buat apa saya ada di dalam,” ujar Dave di luar sidang paripurna, persis ketika Ade Komarudin membacakan sumpah jabatan dalam prosesi pelantikan Ketua DPR, Senin (11/1).

Dave menegaskan dengan pelantikan Ade sebagai Ketua DPR bukan berarti kubu Agung Laksono tidak menyepakati penunjukan Ade sebagai Ketua DPR. Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Munas Ancol itu tidak menerima proses dan cara dari pelantikan itu sendiri.

Menurut Dave, pimpinan DPR telah menunjukkan sikap otoriternya lantaran tidak mengakomodasi suara Golkar Munas Ancol yang juga menyodorkan nama Agus Gumiwang sebagai Ketua DPR pengganti Setya Novanto. Bukannya memberi waktu Partai Golkar menyelesaikan persoalan secara internal, pimpinan DPR dianggap malah memaksakan pilihan jatuh kepada orang yang dicalonkan kubu Aburizal Bakrie.

“Ini dasarnya sudah tidak legal. Fraksi yang mengajukan kan perpanjangan tangan partai. Sementara ini partainya tidak punya SK. Apakah Ancol yang sudah dicabut ataukah Munas yang tidak dikeluarkan SK-nya. Inilah yang akan jadi kendala ke depannya,” kata Dave.

Hujan interupsi sebelumnya mewarnai gelaran rapat pembukaan masa sidang ketika Fahri Hamzah selaku pimpinan sidang paripurna membacakan agenda pelantikan Ade Komarudi sebagai Ketua DPR.

Tak sedikit anggota DPR yang ingin menyuarakan interupsi atas penolakannya terhadap pelantikan Ade sebagai pengganti Setya Novanto di kursi DPR 1.

Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul bahkan terpaksa angkat kaki dari kursinya dan melenggang ke mimbar podium untuk menyampaikan interupsi. Banyaknya anggota yang berinterupsi membuat alat pengeras suara mengalami eror.

Mengenakan pakaian custom Partai Demokrat yang lebih menyerupai piyama serba putih, Ruhut mengambil dan menguasai mikrofon di mimbar podium ruang rapat paripurna.

“Kawan-kawan tolonglah kita hormati sahabat kita di partai lain. Kita percayakan saja kepemimpinan DPR ini kepada Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Jangan kita paksakan kehendak, itu tidak baik,” ujar Ruhut.

Sebagaimana yang disampaikan oleh penginterupsi lainnya, Ruhut berpendapat agar pimpinan menunda pelantikan Ade Komarudin dan memberi kesempatan kepada Partai Golkar untuk menyelesaikan urusan internalnya terlebih dahulu.

Namun Fahri tetap berpegang pada kesepakatan rapat konsultasi pengganti Badan Musyawarah. Agenda pelantikan Ade Komarudin dilakukan hari ini dalam rapat paripurna pembuka masa sidang.

Dengan bimbingan sumpah jabatan dari Ketua Mahkamah Agung, pelantikan pun digelar. Ade Komarudin resmi dilantik jadi Ketua DPR.

Fahri mempersilakan interupsi yang tidak terakomodir disampaikan dalam lobi di belakang layar usai rapat paripurna ditutup. (bag)

Komentar