oleh

Kritis! Debit Air Milik PDAM Kota Turun 80 Persen

-Ekbis-64 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com – Kekeringan yang melanda wilayah Kota Kupang selama beberapa bulan terakhir mengalami penurunan yang sangat drastic.
Pasalnya, dari 23 Sumber air milik perusahan tersebut mengalami penurunan debit mencapai 80 persen. Bahkan ada sebagaian sumber air tergolong kritis dan sebagiannya lagi dimanfaatkan.

Hal itu setidaknya menyebabkan perusahan milik Pemerintah Kota Kupang itu mengalami kesulitan untuk melayani permintaan pelanggan.

Demikian disampaikan Direktur PDAM Kota Kupang Noldy Mumu kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (22/1/2016).

Penurunan debit pada sumber air milik perusahan itu kata Noldy, terjadi pada sejumlah unit produksi yang tersebar di tiga zona wilayah jangkauan pelayanan PDAM Kota Kupang yakni zona Satu, Dua dan Lima.

Ia mengatakan, penurunan debit air dikarenakan kondisi hujan yang terjadi di Kota Kupang intentistasnya sangat rendah, sehingga membuat rongga di bawah tanah pada sumur bor.

“Untuk menaikkan debit air, dibutuhkan intensitas hujan yang tinggi, sehingga debit air pada sumur bor bisa kembali normal. Namun, kondisi hujan yang terjadi intensitasnya belum tinggi sejak Desember 2015 hingga Januari 2016,” katanya.

Ia menyebutkan, sejumlah sumber air yang alami penurunan debit terletak di Fontein, Alak, Penkase, Liliba, dan beberapa unit sumber produksi PDAM Kota Kupang seperti Belo dan Oelon.
Kondisi tersebut kata Noldy, menyebabkan sistem distribusi pelayanan air bersih kepada para pelanggannya tidak normal.

Mumu mengatakan, saat ini pihaknya mengharapkan sumber air dari Bendungan Tilong yang jaringannya tersambung dengan jaringan PDAM Kota.
Disinggung soal upaya penanganan terhadap titik yang mengalami penurunan debit, dia mengatakan, langkah penanganan menjadi kewenangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kupang.

“Dengan kondisi seperti ini, masyarakat sudah mulai menyadari kondisi yang terjadi. Karena, distribusi air yang terhambat ini di luar faktor teknis operasional PDAM,” ujarnya.

Untuk itu, mengatasi situasi tersebut, sejak Januari, PDAM Kota Kupang telah membentuk tim reaksi pengaduan. Personel tim reaksi pengaduan terdiri dari lima orang. Setiap pengaduan secara teknis, tim langsung turun untuk menanganinya.(bet)

Komentar