oleh

KPU TTU Gelar Simulasi Pemungutan Suara

-Politik-25 Dilihat

KEFAMENANU, Terasntt.Com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak Desember 2015 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar simuluasi pemungutan dan penghitungan suara pasangan calon tunggal yang berlangsung di kelurahan Oetalus, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU, Sabtu (07/11).
Pelaksanaan simulasi tersebut dilakukan berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 100/PUU-XII/2015 Tahun 2015 yang menyatakan agar hak konstitusional warga negara yang mewujudkan pelaksanaan kedaulatan rakyat, dalam hal dipilih dan memilih dalam pemilihan kepala daerah tetap dipenuhi tanpa disandera oleh syarat paling sedikit adanya dua pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Menindaklanjuti putusan MK tersebut, KPU menerbitkan Peraturan KPU Nomor 14 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota dengan satu pasangan calon.
Sebelum ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pilkada dengan satu pasangan calon, KPPS, PPS dan PPK sempat dinonaktifkan lantaran pilkada TTU diundur ke 2017 dan baru diaktifkan kembali Pasca Putusan MK untuk dapat melanjutkan tahapan pilkada 2015.
Komisioner KPU TTU, Fidelis Olin kepada wartawan disela-sela kegiatan itu mengatakan, KPU TTU telah mencabut Surat Keputusan (SK) tentang penundaan pilkada dan mengaktifkan kembali KPPS, PPS dan PPK sejak 2 Oktober 2015.
Selanjutnya kat adia, KPU TTU juga merevisi tahapan dan melanjutkan tahapan yang pada waktu itu memasuki tahapan coklit perbaikan data pemilih.
“KPU Kabupaten TTU telah mencabut Surat Keputusan (SK) tentang penundaan pilkada dan mengaktifkan kembali KPPS, PPS, dan PPK sejak 2 Oktober 2015. Kemudian KPU Kabupaten TTU juga merevisi tahapan dan melanjutkan tahapan yang pada waktu itu memasuki tahapan coklit perbaikan data pemilih,” terangnya.
“Mengingat pilkada yang semula ditunda ke tahun 2017 namun ternyata akan tetap dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015 pasca Putusan MK, dengan tata cara mencoblos dengan satu pasangan calon yang berbeda dengan pilkada sebelumnya, KPU TTU juga telah melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui media sosial (medsos), dialog di radio dan pengumuman pilkada 9 Desember 2015 dan sementara merencanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan kecamatan-kecamatan bersama tokoh-tokoh masyarakat dan seluruh perangkat desa,” sambungnya.
Sementara Komisioner KPU pusat, Hadar Navis Gumai yang menghadiri kegiatan itu mengatakan pilkada dengan satu pasangan calon menjadi catatan sejarah pemilu di Indonesia sehingga membutuhkan peran aktif semua pihak yakni warga masyarakat pemilih dan petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dengan KPU RI, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten TTU dan warga .
“Pemilihan dengan satu pasangan calon ini menjadi catatan sejarah pemilu di Indonesia, sehingga membutuhkan peran aktif dari semua pihak. Pada prinsipnya, penyelenggaraan pilkada dengan satu pasangan calon adalah pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diikuti oleh satu pasangan calon, dimana pemilih memberikan suara setuju atau tidak setuju terhadap pasangan calon terpilih. Sedangkan jika suara terbanyak pemilihan adalah tidak setuju maka pemilihan ditunda ke pilkada berikutnya”, ungkap Gumai.
Pelaksanaan simulasi tersebut lanjutnya, bertujuan untuk mengetahui masyarakat mengikuti pilkada dengan satu pasangan calon dan untuk mengukur penerapan Peraturan KPU No. 14 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota dengan satu pasangan calon.
Selain itu juga memberikan informasi kepada penyelenggara tentang proses pemilihan dengan satu pasangan calon untuk menginventarisir permasalahan – permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dengan satu pasangan calon.
Untuk diketahui, materi simulasi yang dipraktekkan di TPS pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2015 dengan satu pasangan calon, Kelurahan Oetalus diantaranya simulasi tata cara mencoblos, tata kerja dan tugas KPPS, pengisian formulir, kemudahan akses pemilih, mekasnisme sampul turun dan naik, serta penggunaan segel.(dit)

Komentar