oleh

KPK latih 180 penegak hukum di Bali biar jago berantas korupsi

-Hukrim-20 Dilihat

Merdeka.com – Lebih dari 180 peserta penegak hukum mengikuti pelatihan yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kegiatan selama satu hari ini digelar di Sanur Bali, Senin (19/10).
Sejumlah peserta yang terlibat dalam pelatihan ini di antaranya penyidik Kepolisian Daerah (Polda), penyidik dan jaksa penuntut Kejaksaan Tinggi, auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat.
Ketua Sementara KPK Taufiqurrahman Ruki mengatakan, sinergi dan kerja sama ini dilaksanakan karena mengingat banyak kalangan yang menganggap pemberantasan korupsi di Indonesia belum maksimal.
“Pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas aparat penegak hukum dalam penanganan perkara, sejak di tingkat penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga penyelamatan aset negara hasil tindak pidana korupsi,” kata Ruki di Sanur Bali.
Di hadapan para wartawan, Ruki mengatakan pelatihan bersama ini sesungguhnya merupakan pelaksanaan dari program kerja sama.
“Sudah lama ada, sejak 2006, tapi beberapa tahun belakangan menjadi sangat intens, karena negara mengalokasikan anggaran untuk melakukan pelatihan ini,” ujar dia.
Sebelumnya, kata dia, inisiatif hanya datang dari institusi-institusi sehingga diselenggarakan secara bergantian.
“Untuk tahun-tahun kemudian anggaran pelaksanaan pelatihan seperti ini dialokasikan kepada KPK, sesuai alokasi anggarannya maka kami melaksanakan setiap tahun hampir 6 provinsi dalam 3 event,” Paparnya.
Dalam kesempatan tersebut Ruki mengimbau untuk para aparat penegak hukum agar terus menjalin sinergitas yang berkesinambungan. Lanjutnya, bahwa sinergitas yang dijalin antar para penegak hukum itu harus bisa memperkuat pemberantasan korupsi di negeri ini.
“KPK bukan kompetitor, kami di KPK tidak akan menempatkan pesaing Kejaksaan atau Kepolisian, tapi KPK adalah sebagai komplementer memperkuat. Kami bersikap dan berniat untuk memperkuat kinerja semuanya,” tambah dia.
Kegiatan ini merupakan kali ketiga diselenggarakan di tahun 2015. Dalam pelatihan ini diisi kuliah umum oleh sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara.[cob/merdeka.com]

Komentar