oleh

Kota Kupang Target 2020 Masuk Dalam Jajaran Daerah Eleminiasi Malaria

-Daerah-75 Dilihat

Kupang, Terasntt.com,- Dalam upaya mengejar terget eliminasi malaria pada setiap daerah, tentunya mendorong setiap kepala daerah berkomitmen melakukan berbagai upaya baik secara regulasi maupun hal lain yang berkaitan sesuai persyaratan dalam mencapai target tersebut.Untuk itu Kota Kupang  menarget pada tahun 2020 masuk dalam jajaran  daerah yang teriliminasi malaria.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsi pada sela-sela kegiatan sosialisasi Perwali eliminasi Malaria Nomor 16 Tahun 2019 tentang eliminasi malaria Kota Kupang, yang berlangsung di aula Rumah Jabatan Walikota Kupang, Senin (27/5) mengatakan  secara dukungan dalam memenuhi persyaratan memperoleh sertifikat eleminasi malaria secara data sudah memenuhi syarat, namun tentunya hal ini tidak bisa hanya data, tapi perlu disertai pelaporan secara baik.

“Secara pelaporan masih belum maksimal, sehingga kami saat mulai menata pelaporan secara baik dengan nama “Si Pelari” (Sistim Pelaporan Malaria) dengan model komputernisasi,” lanjutnya.  Karena secara data Kota Kupang selama lima tahun mengalami penurun malaria, sehingga secara persyaratan sudah bisa memperoleh sertifikat.

“Untuk menyatakan kita sudah bebas malaria yakni melalui data  maupun sistim pelaporan, perlu juga adanya dukungan pemerintah daerah. Sehingga kegiatan yang diselenggarakan ini sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah kepada semua staeckholder terkait,” ungkapnya.

Menurutnya, masalah malaria bukan hanya  orang kesehatan yang berperan, tetapi semua terutama dari tingkat bawah yakni lurah, camat hingga walikota, karena mereka yang punya masyarakat. “Kita punya program, tetapi tidak didukung yang punya wilayah maka pastinya program tersebut tidak bisa berjalan secara baik di masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, tambahnya berkaitan hal tersebut, pemerintah daerah mengeluarkan Perwali guna semua staeckholder mendukung dalam melakukan edukasi malaria.

” Malaria bukan berarti tidak ada, tetapi malaria yang ada ini merupakan malaria yang didapat dari daerah indemik dan dibawah masuk ke daerah ini atau disebut malaria imigrasi. Maka itu orang yang mau keluar ke daerah indemik minimal RT/RW sesegera melakukan koordinasi dengan Puskesmas guna mereka kembali minimla 10 hari perlu melakukan pemeriksaan darah guna mengetahui secara jelas apa positif atau tidak,” tuturnya.(Yon)

 

Komentar