oleh

Korupsi, Dua Terdakwa Kasus KPU TTS Dituntut 7 Tahun

-Hukrim-76 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com –- Sekretaris KPU TTS Soleman Kabu dan bendahara Adolfina Bana terdakwa kasus dugaan korupsi dana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten TTS Tahun 2014 dituntut 7, 6 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Kamis (21/4/2016).

Kedua terdakwa dituntut selama 7, 6 tahun oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) So’e, karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi sehingga menyebabkan kerugian keuangan Negara.

Selain itu, kedua terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 200 juta dan uang pengganti (UP) kerugian Negara sebesar Rp 573 juta. Jika tidak membayar setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap maka akan diganti dengan pidana penjara selama 1 bulan dan 4 tahun.

“ Jika terdakwa tidak membayarkan denda tersebut, maka harta benda kedua terdakwa akan disita untuk dilelang guna menutupi kerugian negara. Dan jika kedua terdakwa tidak memunyai harta yang cukup maka akan diganti dengan pidana penjara selama 1 bulan,” tegas JPU.

Dalam tuntutannya JPU Kejari SoE menilai perbuatan kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama- sama dan melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 Undang- Undang Nomor 31/ 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang- Undang Nomor 20/ 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.

Dikatakan JPU, hal-hal yang memberatkan kedua terdakwa yakni perbuatan keduanya berseberangan dengan tekad pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sementara hal meringankan yakni kedua terdakwa belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya dan masih punya tanggungan keluarga.

Atas tuntutan JPU, ketua majelis hakim lalu mengatakan ke kedua terdakwa untuk mengajukan pembelaan (pledoi).

Dan melalui penasihat hukum kedua terdakwa meminta waktu selama dua minggu untuk menyusun pembelaan.

sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu dipimpin majelis hakim Herbert Harefa didampingi hakim anggota Fransiska Nino dan Yelmi.

Sementara kedua terdakwa didampingi penasihat hukumnya, Nita Juwita dan Hery Batileo.(che)

Komentar