oleh

Ketat, Proses Penyortiran Surat Suara di KPU TTU

-Politik-20 Dilihat

KEFAMENANU, Terasntt.com — Tahapan Pilkada Kabupaten TTU terus berjalan dan kini memasuki proses penyortiran surat suara sejak tanggal 1 Desember 2015. Petugas yang mengerjakannya mendapat pengawalan ketat oleh pihak kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres TTU, AKBP. Robby Medianus Samban, SIK.

Surat suara yang disortir dan dilipat itu sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT), yakni 166.479 pilkada tunggal.

Sebanyak 171 orang yang berasal dari kelompok pemuda dan organisasi kemahasiswaan seperti, PMKRI, Permabi, GMNI dan OMK St. Yohanes Paulus serta masyarakat kelurahan Sasi dan Pemuda bukit Sion direkrut untuk melakukan penyortiran itu. Mereka diperiksa petugas kepolisian sebelum menjalankan tugas demi menjaga netralitas Pilkada.

Bahkan, aktifitas keluar – masuk gedung tempat penyortiran surat suara juga dibatasi dibatasi. Petugas sortir wajib mengisi daftar hadir, kemudian dicap pada pergelengan tangan atas sebelah kanan.

Petugas keamanan dan pihak KPU, juga menggeleda tas dan aksesoris serta dompet milik petugas sortir. Setalah diperiksa berbagai perlengkapan seperti tas, asesori dan dompet inidiamankan sementara waktu.

Sebelum proses penyortiran, Komisioner KPUD TTU, menyampaikan arahannya terkait kriteria surat suara yang baik dan yang rusak.

Penyampaian dimaksud agar petugas sortir tidak salah menentukan surat suara yang baik dan yang rusak mengingat pilkada tunggal pada 9 Desember semakin dekat.

Dalam proses sortir itu petugas menemukan sejumlah surat suara yang kotor terserap tinta berwarna dan komisioner KPUD mengatakan jika ada surat suara yang rusak atau cacat, akan segera diklaim ke perusahaan pencetak surat suara agar jumlahnya sesuai dengan DPT.

“Kami targetkan proses sortir dan lipat surat suara ini, selesai dalam waktu satu hari. DPT kita berjumlah 166. 479, jadi surat suara juga sesuai dengan DPT,” kata juru bicara KPU TTU, Fidelis Olin di Kefamenanu, Rabu (2/12/2015).

Fidelis Olin mengatakan, bahwa logistik tersebut baru masuk tanggal 27 November 2015, sehingga hari Senin tanggal 1 Desember 2015 langsung disortir dan dilipat ulang.

Dikatan, sesungguhnya surat suara itu sudah dilipat oleh pihak perusahaan percetakan, hanya sebagai kewajiban KPU, kembali disortir untuk melihat kerusakan dan menghitung ulang jumlah guna memastikan layak – tidak digunakan pada tanggal 9 Desember nanti.

Menurut dia, petugas yang menyortir dan melipat surat suara itu diberikan honor sebesar Rp 300 rupiah per lembar.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres TTU AKBP Robby Medianus Samban, SIK mengatakan, sweeping yang dilakukan hanyalah untuk menjaga netralitas dan keamanan.

” Sweeping yang dilakukan terhadap adik – adik petugas penyortiran dan melipat surat suara, tidak ada niat buruk dari kami. Yang kami lakukan hanyalah semata – mata untuk menjaga netralitas dan keamanan. Setelah selesai kegiatan, segala perlengakapan seperti tas dan lain – lain yang diamankan petugas boleh diambil kembali,” katanya.(dit)

Komentar