oleh

Kemah Ceria, Impikan Anak Mandiri

-Humaniora-86 Dilihat

KEFAMENANU, Terasntt.com —
Mengisi liburan dengan kegiatan positif sangat bermakna bagi ratusan murid Sekolah Dasar (SD) dan SMP di kabupaten Timor tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Para murid dan siswa – murid itu mengikuti kegiatan kemah ceria di alam terbuka selama dua hari di lapangan umum SD Inpres Fatumuti Kecamatan Noemuti, sejak Sabtu (21/11/2015).

Kegiatan tersebut diselanggarakan, Lembaga Pengembangan dan Perlindungan Anak (LPPA) Belu dan TTU bermitra dengan ChileFund Indonesia.

Ketua LPPA Belu dan TTU, Karolus Tae, mengatakan semua kegiatan yang berlangsung sesuai dengan program tahunan LPPA yakni memberikan kesempatan kepada anak – anak untuk berkreasi secara sehat.

“Kegiatan yang kami selenggarakan ini berkaitan dengan program tahunan LPPA, yakni memberikan kesempatan kepada anak – anak mengikuti pentas kreasi. Disini anak – anak akan mengembangkan diri secara bebas, berkreasi yang sehat sebagai upaya untuk melatih serta membangkitkan nilai-nilai kepemimpinan sejak dini. Sekaligus mensosialisasikan kepada tenaga pendidik, orang tua dan masyarakat terkait hak – hak hidup anak yang wajib dilindungi,” katanya.

Tae mengaku, LPPA hadir di kabupaten TTU sejak tahun 1986, namum mulai gencar dengan program pendampingan ketika masuknya warga eks Timor Timur pada tahun 1999.

” LPPA mulai merangkul anak – anak pelarian dari Timor Timur yang masuk ke kabupaten TTU. LPPA telah hadir di kabupaten TTU sejak tahun 1986 dan semakin aktif dengan program pendampingan setelah eksodu besar – besaran dari Timor Leste. Kami merangkul dan melindungi anak – anak pelarian dari Timor Timur. (Sekarang Timor Leste),” tegasnya.

Menurut dia hal tersebut dilakukan juga termotivasi atas tingginya kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur di kabupaten TTU. Dengan tujuan mengurangi tingkat trauma anak dengan kegiatan yang bersifat ramah anak. Juga mengurangi resiko krisis percaya diri terhadap banyaknya kasus kekerasan terhadap anak yang marak terpublikasi.

Tujuan lainnya, lanjut Tae memberikan kesempatan kepada para siswa untuk saling belajar satu dengan yang lain, membina rasa persatuan dan sambil memperkenalkan hak – hak anak diantaranya, hak hidup, hak untuk bertumbuh dan berkembang secara sehat.

Agar merata terwujudnya hak – hak anak ini, kata Tae, LPPA melalui stafnya yang tersebar di kabupaten Belu dan TTU mendata kondisi anak – anak yang layak didampingi dan dibantu.

Ketua pelaksana Pentas Kreasi dan Kemah Ceria Lopo Cerdas, Drs.Mikhael Riu berharap melalui berbagai kegiatan ini anak – anak menjadi pintar, berani dan lebih percaya diri.
Karena dalam berbagai kegiatan tersebut anak – anak diajarkan proses pengembangan diri.

“Mereka juga bisa mandiri, tidak berlaku manja dan ingin belajar bersama dialam terbuka,” ungkap Riu singkat.

Dalam kegiatan tersebut anak – anak mengikuti berbagai perlombaan seperti, membacakan Puisi, bernyanyi dan menari dan juga hiburan lain berupa pemutaran film lepas bertemakan pendidikan, resiko bencana dan cara penanggulangannya.

Selain itu juga anak – anak dibekali dengan pengetahuan seputar hak anak, kesehatan diri dan lingkungan, serta kewirausahaan.
Pada kesempatan itu, anak – anak saling mengunjungi dari tenda ke tenda untuk berdiskusi seputar materi yang diperoleh.

Kegiatan ini diikuti 210 anak tingkat SD maupun SMP, yakni Siswa SDN Nifuboke sebanyak 48 orang, SDN Bakisonbai 6 orang, SMK St. Yoseph Noemuti sebanyak 11 orang, SMPN Naiola sebanyak 11 orang, SMPN Fatumuti 48 orang, SDN Naiola 5 orang, SMPK St. Yoseph Noemuti 1 orang, SDK Tualeu 35 orang.(dit)

Komentar