oleh

Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Malpraktek di RSUD Kupang

-Hukrim-158 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Kasus dugaan malpraktek yang dilakukan dokter RSUD W.Z Johanes Kupang terhadap pasien Agustina Luruk meresahkan masyarakat. Kasus tersebut telah dilaporkan pihak keluarga ke Polrse Kupang Kota untuk diproses secara hukum.

” Dalam laporan itu keluarga korban memberikan sejumlah bukti medis dugaan malpraktek,” kata Kuasa Hukum keluarga korban dari Lembaga Tinggi Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional (LTPSKN) , Kamilus Nuwa saat ditemui di Polres Kupang Kota, Sabtu (19/3/2016).

Nuwa menegaskan, pihaknya akan terus melakukan upaya hukum terkait kasus yang dialami korban Agustina Luruk.

” Kami lakukan hal ini untuk meminta pertanggung jawaban dr. Oneda atas kesalahan prosedural operasi medis yang dilakukan. Akibat kelalaiannya korban menderita cacat medis karena kehilangan salah satu ginjalnya. Kasus ini belum mendapatkan pengakuan dan pertanggungjawaban dari dr.Oneda karena menyalahi kode etik kedokteran.
“Seharusnya dr.Oneda berkonsultasi dulu dengan dokter spesialis ahli bedah untuk memastikan keberadaan organ bagian dalam, jika memang ginjal tersebut bermasalah. Justru setelah selesai operasi baru keluarga mengetahui korban kehilangan ginjal. Keluarga mendapat informasi dokter dari ahli bedah dr.Stev de Soka. Dan diperkuat dengan hasil USG korban oleh dr.M Salean, satu ginjal korban sudah hilang. Kami sangat sayangkan tidak ada etiket tanggungjawab dari dr.Oneda sendiri terhadap korban. Untuk itu kami tempuh upaya hukum agar bisa ada kejelasannya,” tegas Nuwa.
Sementara suami korban Felipus Fahik yang didampingi kerabatnya Atanasius Kati, menyampaikan mereka telah memberikan keterangan kepada pihak penyidik Polres Kupang Kota.

” Kami sudah memberikan keterangan sekaligus menyerahkan bukti catatan medis berupa hasil USG yang dterima oleh penyidik Bripka Mario O.Banoet,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya tetap menuntut tanggung jawab dr.Oneda karena merasa terbeban dengan kondisi istrinya. Dan menurutnya ginjal yang salah diangkat tersebut sampai saat ini belum pernah diperlihatkan.

” Lewat pengacara saya minta pihak kepolisian bisa meminta ginal itu dan jika tidak maka ada dugaan dr.Oneda telah menjualnya. Saya bertanya ke bidang Patologi dan Radiologi RSUD WZ Johanes mereka memperlihatkan kista kepada saya bukan ginjal. Sekarang marak penjualan ginjal jadi saya minta polisi untuk menelusuri hal ini,” tegas Fahik.

Kasatreskrim Polres Kupang Kota, AKP Didik Kurnianto saat dihubungi wartawan mengungkapkan akan mempelajari laporan dari pihak korban yang disertai barang bukti tersebut untuk dikembangkan dalam penyelidikan selanjutnya.

Pihaknya akan meminta keterangan tim dokter yang melakukan operasi terhadap korban Agustina Luruk setelah itu baru diambil sebuah penetapan berdasarkan hukum yang berlaku.

” Laporan dari pihak korban baru masuk jadi kami akan mempelajari dan akan menindak lanjutinya. Kami akan mintai keterangannya tim dokter yang menanganinya,” ujarnya.(man)

juga setelah itu baru kami lalukan penetapan lebih lanjut,” ungkapnya. (man)

Komentar