oleh

Kekerasan Berbasis Gender di NTT Capai 2.573 Kasus

-Humaniora-26 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com– Kasus yang berbasis gender di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat setiap tahun. Berdasar data pendampingan yang dilakukan Rumah Perempuan Kupang sejak tahun 2000 hingga tahun 2014 tercatat kasus yang berbasis gender pada 22 Kabupaten dan Kota di NTT mencapai 2.573 kasus.
Hal itu diungkapkan Direktris Rumah Perempuan Kupang, Libby Sinlaeloe dalam sambutannya saat pembukaan pelatihan konseling bagi anggota Commonity Based Crisis Center (CBCC) yang berlangsung selama tiga hari sejak 28-30 Oktober 2015 di Hotel Olive Kupang, Selasa (28/10) kemarin.
”Training ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam penanganan, pencatatan serta pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.
Tingginya kasus kekerasan yang berbasis gender di NTT kata dia, disebabkan sistem patriarki yang masih kental dan terinternalisasi dalam nilai, norma dan aturan yang ada di tengah masyarakat.
Menurutnya, kekerasan yang berbasis gender telah melahirkan diskkriminasi dan pada akhirnya menyebabkan perempuan dan anak terhambat untuk memperoleh hak-haknya sebagai warga negara.
Untuk pencegahan serta penanganan kekerasan berbasis gender menurutnya, dibutuhkan partisipasi aktif semua unsur yang ada di tengah masyarakat. Sebab menurutnya, unsur-unsur yang ada di tengah masyarakat merupakan tokoh kunci dan juga sekaligus orang terdekat korban yang dapat melakukan upaya pencegahan sekaligus mendampingi korban ketika mengalami kekerasan.
”Penguatan dan pemberdayaan unsur kunci di masyarakat merupakan sesuatu yang penting dilakukan agar mereka memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk mendampingi korban sehingga pelayanan kepada korban dapat dimaksimalkan,” katanya.(rif)

Komentar