oleh

Kasus Polisi VS Masyarakat Belu, Dalam Tahap Rekonsiliasi

-Hukrim-68 Dilihat

ATAMBUA Terasntt.com — Ketegangan antara anggota Polres Belu dengan masyarajat Weaituan, Kelurahan Manuaman, Kabupaten Belu dalam tahap Rekonsiliasi Perdamaian. Upaya tersebut dilakukan agar saling memaafkan segingga masing – masing pihak bisa beraktifitas sebagaimana mestinya.

Demikian ucap Kapolres Belu,AKBP Dewa Putu Artha Gede, saat ditemui di ruang kerjannya, Senin (1/1/2016).

“Untuk kasus yang terjadi di Weaituan saat ini dalam proses Rekonsiliasi, sehingga masyarakat yang merasa terancam bisa merasa aman,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa, saat ini dirinya sedang berusaha untuk melakukan mediasi dengan masyarakat Weaituan untuk menciptakan rasa aman bagi kedua belapihak yang bertikai.

“Saya dengan kasat Reskrim dan tokoh masyarakat akan melakukan mediasi dengan kedua kubuh masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, peristiwa yang terjadi di Weaituan tidak terjadi apabila masyarakat mau bekerjasama dengan pihak kepolisian.

” Polisi sampai mengeluarkan tembakan karena masyarakat menyerang polisi menggunakan batu. Polisi mendapatkan laporan ada warga yang sering diancam sehingga ketika menerima laporan itu tim Buser melakukan Patroli di wilayah tersebut, tapi malah di sambut warga dengan lemparan batu dan panah oleh sebab itu maka polisi keluarkan tembakan peringatan,”ucapnya.

Tahap rekonsiliasi ini, menurut dia agar masyarakat yang merasa terncam bisa merasa nyaman tinggal di wilayah tersebut.

” Tahap rekonsiliasi ini, saya dengan tokoh masyarakat akan Memediasi supaya masyrakat disana tidak merasa terancam lagi. Saya melihat pertimbangaan yang lebih besar, karena hasil olah TKP ditemukan Kelewang anak panah yang semuanya milik masyrakat setempat,” katanya.(ino)

Komentar