oleh

Karang Taruna Membangun dari Desa.

-Daerah-74 Dilihat

ATAMBUA, Terasntt.com — Membangun masyarakat dan daerah tidak harus memulai dari kota. Pembangunan juga bisa dimulai dari desa sebagai obyek pertumbuhn ekonomi kerakyatan.

Hal itu dibuktikan pemuda-pemudi, Desa Raifatus, Kecamatan Raihat Kabupaten Belu yang tergabung dalam kelompok Karung Taruna mendukung program pembangunn di desanya dengan gotong – royong bersama menata prasana jalan setempat , Sabtu (5/12/2015).

Saat sambangi Terasntt.com -kelompok Karung Taruna ini sedang meratakan tumpukan material yang ada di atas lapangan Voly yang sedang dibangun.

Dengan peralatan skop seadanya, para pemuda ini terus bekerja bermandikan keringan dalam semangat kebersamaan.

Seorang diantara mereka, Oktovianus Musu, mengatakan sebagai pemuda mereka mempunyai tanggung jawab yang besar dalam melakukan perubahan.
Perubahan dimaksud menurut dia, bukan hanya mengandalkan intelektual semata, tetapi bagaimana melakukan aksi nyata di lapangan.

” Aksi itu yang penting bukan hanya Retorika semata,” tegasnya.

Selain itu dia juga mengatakan, bahwa saat ini mereka yang tergabung dalam kelompok Karang Taruna sedang melakukan pembangunan dalam bentuk fisik berupa, panggung dan lapangan voli yang hampir selesai.

Pada tempat terpisah, Ketua Karang Taruna, Konstantino Soares mengatakan, dengan adanya kelompok itu turut mengambil bagian dalam berbagai pembangunan dan hasilnya, perlahan-lahan Desa Raifatus mulai mengalami perubahan.

” Kmai sudah bangun lapangan voli dan panggung desa. Ini menunjukan betapa besar peran pemuda dalam mendukung pembangunan. Ini menunjukan bahwa betapa tingginya semangat kaum muda dalam mewujudkana perubahan di desa,”katanya.

Selanjutnya ia mengatakan, setelah selesai melaksanakan program Desa ini, kedepan Karang Taruna akan melakukan lebih banyak hal lagi. Yang intinya melakukan perubahan yang positif bagi perkembangan desa ke depan.

” Kami Karang Taruna akan lakukan banyak kegiatan yang berguna bagi masyrakat desa. Kami minta dukungan dari semua pihak, baik itu dari pemerintahan maupun masyrakat desa,” katanya.

Kepala Desa setempat, Wetear Filbertha Lelo ketika hendak dikonfirmasi tidak berada ditempat, bahkan ditelpon via ponselnya berada diluar jangkauan.(ino)

Komentar