oleh

Kapolres Flotim Bantah, Oknum Anggota dan Nelayan Konspirasi Bunuh Wilson

-Hukrim-70 Dilihat

LARANTUKA, Terasntt.com — Kapolres Flores Timur (Flotim), AKBP. Ferry Boedianto, SH membantah ada ‘konspirasi’ oknum anggota Buser Polres Flotim dan nelayan membunuh Wilson Manek. Saat kejadian korban ikut bersama oknum anggota Polres hendak menangkap nelayan yang sedang membom ikan di perairan Sinar Hadi, Desa Belogili, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flotim, Sabtu (23/1/2015) lalu.

Ferry Boedianto, juga membantah senjata V2 milik Polres Flotim diserahkan anggotanya korban Wilson untuk menembak nelayan yang sedang membom ikan.

“Kalau ada konpirasi antara nelayan dan oknum anggota Buser untuk menenggelamkan korban Wilson Manek hasil penyelidikan belum kami temukan. Begitu juga dengan senjata. Bahwa, senjata yang digunakan korban ke kapal nelayan benar, namun kami juga masih selidiki, kronologi hingga senjata Polres Flotim jenis V2 itu pindah ke tangan warga,”kata Boedianto, SH yang dihubungi melalui Kasubag Humas polres Flotim, Iptu Erna Romakia, Jumat (4/2/2016).

Romakia menuturkan, kejadian pada Sabtu (23/1/2016) lalu diikuti oleh tim Buser yang dipimpin Kanit Buser, Bripka Maksimus Banase. Ikut juga, Camat Lewolema, Yohanes Ibi Hurint dan Sekretaris Desa Balukhering, Rafael Ritan.
Namun dalam proses penangkapan, korban hanya berdua dengan Sekdes Rafael Ritan ke tempat kejadian perkara (TKP). Saat di atas perahu, korban mengeluarkan senjata dan menembak keatas namun ada nelayan yang menarik tangan korban hingga korban terjatuh dan senjata juga ikut terjatuh.
Dalam hitungan menit, para nelayan yang melompat ke laut kembali ke atas kapal dan memotong tali jangkar lalu melarikan kapal.

“Hingga kini, kita belum tahu jejak para nelayan. Penyidik terus melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku,”ungkapnya.

Bahwa diduga ada oknum anggota polisi menyerahkan senjata V2 ke korban saat korban hendak naik sampan bersama sekdes Rafael Ritan ke TKP, Erna mengakui masih dalam penyelidikan.

Demikian juga, diduga ada rekayasa Tim Buser ikut ke TKP untuk melakukan penangkapan, Iptu Erna membantah.

“Hasil keterangan sementara para saksi menerangkan bahwa tim buser tidak ikut ke TKP namun hanya dibibir pantai,”Katanya.

Ia juga mengakui, korban dibawa Sekdes Rafael Ritan dan dibantu nelayan lain ke darat untuk mendapat pertolongan namun nyawa korban tidak tertolong dan hingga meninggal.

Wakil Ketua DPRD FLotim, Anton Hadjon kepada wartawan, SEnin (25/1/2015) meminta Kapolres FLotim mengusut tuntas kasus tersebut.

Hadjon menilai, WIlson adalah salah satu mantan anggota polisi yang selama ini selalu menghalangi pekerjaan nelayan yang suka membom ikan di laut.

“Kita minta polisi usut tuntas kasus ini, karena ada dugaan masyarakat atas kematian Wilson yang tidak wajar,”ujarnya. (ifa)

Komentar