oleh

Kapal Indonesia Kembali Dibajak, 4 ABK Diculik

-Nasional-18 Dilihat

JAKARTA, Tarasntt.com — Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Crista dalam perjalanan dari Cebu, Filipina menuju Tarakan, Kalimantan saat mendadak dibajak, Jumat (15/4) sekitar pukul 18.30. Itu bukan pembajakan pertama terhadap kapal berbendera Indonesia.

Pembajakan terjadi di perairan perbatasan Malaysia dan Filipina.

Berdasarkan keterangan pers Kementerian Luar Negeri Indonesia, terdapat 10 anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia dalam dua kapal yang dibajak. Satu di antaranya jadi korban luka tembak.

Namun, satu WNI yang luka tembak itu langsung diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia dan langsung dilarikan ke wilayah Malaysia yang terdekat. WNI itu langsung mendapat perawatan dan kondisinya kini dilaporkan telah cukup stabil.

Selain yang luka tembak, lima ABK WNI lainnya beruntung karena masih bisa selamat. Saat ini mereka dan kedua kapal yang dibajak, bersama Polisi Maritim Malaysia di Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia. Mereka dalam kondisi aman dan menunggu update.

Sementara itu, masih ada empat ABK WNI yang diculik oleh pembajak. Mereka itu belum diketahui nasibnya.

“Kementerian terus melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak dalam negeri maupun di Malaysia dan Filipina,” demikian pernyataan Kemenlu dalam keterangannya. Konsulat RI di Tawau juga terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia di wilayah itu.

Kemenlu sendiri belum mendapat informasi lebih lanjut soal detail peristiwa. Saat ini koordinasi terus dilakukan demi mengumpulkan informasi sekaligus menyelamatkan empat ABK WNI yang diculik pembajak.

Mengingat seringnya terjadi pembajakan di perairan perbatasan Filipina dan Malaysia, pemerintah juga berjanji akan mengambil langkah tegas. Salah satunya, mengajak negara tetangga meningkatkan keamanan khususnya di wilayah perairan perbatasan antarnegara.

Indonesia juga masih berupaya membebaskan 10 ABK WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Kesepuluh WNI itu juga mulanya diculik dan disandera dari kapal yang bertolak dari Banjarmasin menuju Filipina, pertengahan Maret.

Untuk pembebasan mereka yang diculik dari kapal tongkang Anand 12 dan Brahma 12 itu, kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan Rp15 miliar. (cnn/rsa)

Komentar