oleh

Kampung narkoba digerebek, bandar kabur karena kode rahasia warga

-Nasional-21 Dilihat

Merdeka.com – Kampung Sapiria di Kecamatan Tallo, salah satu kampung narkoba di Makassar kembali dirazia polisi, Sabtu malam, (26/3). Kurang lebih dua jam tim gabungan menggerebek, menggeledah tapi buronnya yang sudah sebulan jadi Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni lelaki berinisial Jr gagal tertangkap setelah dia lebih dulu melarikan diri.

Tim yang terlibat dalam operasi gabungan di bawah leading sector Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar hanya berhasil menangkap 27 orang dari kampung narkoba tersebut yang disebut-sebut adalah jaringan sang bandar, lelaki berinisial Jr itu. Dua di antara 27 orang tersebut adalah anak di bawah umur masing-masing berusia 15 tahun yang ditangkap karena bersama yang lainnya mencoba lakukan penyerangan terhadap polisi.

Tim gabungan yang terdiri dari satuan reserse narkoba, satuan intelkam, satuan sabhara, unit reserse mobile (resmob) dan Brimob Polda Sulsel dipimpin Kabag Operasional, AKBP Abdul Azis dan dipantau langsung Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Rusdi Hartono ini juga menyita sejumlah barang bukti berupa 25 gram sabu, enam bong atau alat isap, dua pireks, satu alat timbang digital dan dua bilah parang.

Wakil Kepala Satuan Reserse (Wakasat Res) Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Muhammad Fajri Mustafa yang dikonfirmasi menjelaskan, buron Jr yang merupakan salah satu buron di kampung narkoba itu berhasil melarikan diri padahal penggerebekan dan penggeledahan sudah disetting tiga ring untuk menutup akses keluar Jr si Target Operasi (TO) itu dari tempat persembunyiannya.

Dijelaskan, ring pertama adalah anggota satuan narkoba yang masuk menggerebek, di ring dua ada anggota dari satuan intelkam, satuan sabhara dan unit Resmob yang dipimpin AKP Edy Sabhara Manggabarani. Di ring ketiga ditempatkan satu pleton atau sekitar 30 orang personel Brimob Polda Sulsel bersenjata lengkap.

“Lelaki Jr bandar narkoba yang jadi target operasi kita dalam operasi Bersinar atau Bersih dari Sindikat Narkoba ini berhasil lolos dari kejaran anggota diduga kuat atas bantuan warga setempat yang mengirimkan kode-kode tertentu. Warga yang mencoba menyerang polisi dengan keluarkan teriakan provokatif dengan mengatakan bunuh polisi, jangan biarkan keluar dalam keadaan hidup itu juga kita tengarai sebagai kode. Bandar itu sangat lihai,” jelas Kompol Muhammad Fajri Mustafa.[rnd]

Komentar