oleh

Kajari SoE Pimpin Penyitaan Dokumen di Bagian Umum Setda TTS

-Hukrim-80 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Penanganan kasus dugaan korupsi dana konsumsi yang dikelola Bagian Umum Setda Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) memasuki tahap penyidikan. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan Senin, (1/2/2016) melakukan penyitaan dokumen yang berkaitan dengan dana komsumsi tahun 2013 – 2014 lalu.

Aksi penyitaan itu dipimpin langsung Kajari SoE, Oscar Douglas Riwu, SH bersama tiga orang penyidik dan dua staf.

Kepada media masa disela-sela penyitaan dokumen dikantor Bupati TTS itu, mengatakan bahwa penyidik melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen asli, dengan tujuan untuk mecocokan dengan beberapa dokumen yang sebelumnya sudah diserahkan oleh Bagian Umum Setda TTS pada saat Pulbaket.

Tujuan berikutnya, lanjut dia untuk mengamankan dokumen asli tersebut dari adanya upaya-upaya untuk menghilangkan dokumen yang sangat penting dalam penyidikan kasus tersebut.

” Kita amankan dokumen yang asli agar tidak ada upaya untuk menghilangkan dokumen itu. Berikutnya adalah untuk mencocokan antara dokumen yang foto coppy dengan yang asli karena selama penyelidikan mereka kasih dokumen yang foto coppy,” tegas Oscar.

Lebih lanjut, Kejari berdarah Sabu ini mengatakan bahwa dokumen yang perlu disita adalah dekumen yang berkaitan dengan biaya makan minum (Konsumsi) yang asli mulai dari dokumen perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawabannya.

“Dokumen yang mau sita adalah dokumen yang berkaitan biaya makan minum yang asli tahun anggaran 2013-2014 mulai dari perencanaan, pelaksanaannya hingga pertanggungjawabannya,”tegas Oscar.

Beberapa dokumen yang disita dari ruangan Bagian Umum, kata Oscar, ada DPA, RKA,SPJ,SPP smpai SP2D baik dokumen murni maupun dokumen perubahan.

” Yang kita sita adalah dokumen tahun anggaran 2013 dan 2014 seperti DPA,RKA SPJ, SPP dan SP2D serta dokumen lainnya yang berkaitan dengan penggunaan dana konsumsi,” katanya.

Penyitaan dokumen yang dilakukan penyidik Kejaksaan Negeri SoE mengundang perhatian berbagai pihak termasuk beberapa pegawai Setda TTS terutama pada Bagian Umum.

Sejak pukul 11.00 – 13.00 wita dokumen yang berhasil diamankan sebanyak dua dus berukuran besar.

Setelah itu penyidik istirahat makan siang dan setelah itu dilanjutkan karena ada beberapa dokumen yang belum bisa diambil seperti dokumen di bagian Sekretariat Bupati dan di sekretariat Wakil Bupati TTS yang juga perlu disita.

Sedangkan untuk dokumen di Bagian Umum Setda TTS ada beberapa dokumen yang belum bisa diambil dan masih perlu untuk dicari keberadaan dokumen tersebut.

Untuk diketahui setelah memintai keterangan sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi dana biaya konsumsi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati TTS, penyidik sudah meningkatkan status kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan setelah melalui proses gelar kasus bersama tim penyidik beberapa waktu yang lalu.

Dalam gelar perkara tersebut penyidik menemukan adanya dua unsur yang sudah terpenuhi yaitu adanya unsur melawan hukum dan ada potensinya kerugian negaranya.

“Dalam penyelidikan kita menemukan adanya dua unsur yang telah terpenuhi yang menjadi dasar kita naikan ke penyidikan yaitu adanya unsur melawan hukum dan adanya potensi kerugian negara,” tegas Oscar.

Menurutnya dua unsur dimaksud , yakni adanya kejanggalan Surat Perintah Kerja(SPK) dalam pengunaan uang Rp 250 juta untuk biaya konsumsi yang tidak ditenderkan.

” Dana Konsusmi ada beberapa poin yang telah diabaikan yakni 200 juta keatas. (250 juta) yang seharusnya mengunakan jasa pihak ketiga tetapi yang terjadi adalah PL (penunjukan langsung),” katanya.

Menurut dia, hal lain yang juga merupakan kejanggalan adalah pengunaan dana konsumsi tahun 2014 dianggarkan, namun tidak jelas pengunaannya seperti adanya pengalihan dana konsumsi ke dana duka, dana open house di Rumah Dinas Sekda dan uang partisipasi nikah bagi pegawai, dibagi-bagikan kepada pegawai Setda.(pol)

Komentar