oleh

Kadiv Propam Polri Masih Cek Prosedur Razia Miras Terkait Herman Hery

-Nasional-84 Dilihat

Jakarta – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memerintahkan Divisi Propam Polri untuk menyelidiki kasus pengancaman dan fitnah yang diduga dilakukan Anggota DPR Herman Hery terhadap AKBP Albert Neno. Bagaimana hasilnya?

“Anak-anak (anggota) masih di NTT, makanya prosedurnya itu yang dicek, benar nggak prosedurnya, menyita. Terus perdanya ada atau nggak,” kata Kadiv Propam Polri Irjen Budi Winarso di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/1/2016).

Budi menjelaskan, dua anggota pengawasan internal (Paminal) Div Propam masih berada di NTT melakukan penyelidikan. Karena itu, Budi belum dapat mengungkapkan hasil dan apa langkah ke depan terkait kasus itu.

“Anak-anak masih di NTT, besok baru balik. Rentetannya kan banyak, bukan itu saja, kan bukan menyangkut beliau saja, toko-toko yang lain. Kan waktu itu operasi dalam rangka Natal dan tahun baru,” ujarnya.

Kasus dugaan ancaman yang dilakukan anggota DPR Herman Hery kepada anggota reserse narkoba Polda NTT AKBP Albert Neno itu ditangani Bareskrim. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan telah memerintahkan Kadiv Propam Polri Irjen Budi Winarso ke NTT.

“Tadi sudah saya minta Kadiv Propam ke Kupang untuk mengecek soal kebenarannya kayak apa. Saya akan cek faktanya seperti apa,” kata Kapolri usai sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (4/1/2016).

Kapolri ingin tahu apakah memang ada surat perintah terkait razia yang dilakukan Polda NTT. Mengenai warga NTT yang disebut marah oleh Herman Hery, Kapolri mengaku tak tahu menahu.

“Kita cek dulu baru lakukan langkah-langkah,” kata Kapolri.
(idh/miq)

Komentar