oleh

Kades Fatutasu TTU, Jual Raskin PKP

-Daerah-22 Dilihat

KEFAMENANU, Terasntt.com — Untuk memotivasi masyarakat miskin di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Pemerintah setempat menelorkan program Padat Karya Pangan berupa beras miskin sebanyak 34 ton. Beras ini akan dibagikan kepada masyarakat secara cuma – cuma setelah membersihkan lahannya dan menanam.

Program ini disalagunakan Kepala Desa Fatutasu, Kecamatan Miomafo Barat, Nadus Sasi dengan menjual kembali beras tersebut kepada masyarakat dengan harga bervariasi. Bahkan bagi yang tidak memiliki uang ditukar dengan hewan seperti babi dan lainnya.

Beras satu karung ukuran 50 kg dijual dengan harga bervariasi, yakni Rp 150.000/ kg dan Rp 300.000/ kg.

Perbuatan kades ini jelas – jelas menyalahi aturan dengan menjual kembali kepada masyarakat, yang harusnya dibagikan secara cuma – cuma.

” Orangtua kami di kampung sudah tua dibodohi lagi dengan raskin ini. Mereka dipaksa kades untuk membeli beras PKP dengan harga bervariasi.Satu karung beras isi 50 kilogram jual seharga Rp 150.000, bahkan dana yang Rp 300.000. Dan yang tidak memiliki uang ditukar dengan babi dan lainnya,” YS mengaku sedih keluarganya dibodohi aparat desa.

Demikian juga, Blasius Maonmuti, Nikolas Nofu dan Pit Nahas, tiga warga Fatutasu ini mengaku membeli beras tersebut dari kepala desa.

” Blasius Maonmuti membeli dua karung dengan harga Rp 300.000 per karung. Dan dua warga lain membelinya dengan Rp 150.000 per karung. Sedangkan Yohanes Kono menukar beras satu karung dengan seekor babi.

Nadus Sasi saat dikonfirmasi via telepon selulernya, membantah semua keterangan warga itu.

Sasi meminta warganya untuk sertakan bukti berupa uang atau hewan yang ditukarkan dengan sekarung beras berisi 50 kilogram.

Dia menilai informasi yang dihembuskan tidak benar dan hanya ulah anggota BPD semata.

” Saya tidak ada beras untuk dijual. Minta barang bukti dari pembeli. Saya tahu, ini pasti ulahnya BPD, saya jual di siapa tolong kasih buktinya,” kata Sasi dari balik telepon genggamnya.

Menurutnya, beras yang diterima dari Dolog 34 ton lebih itu dibagi merata untuk 267 kepala keluarga dan kelebihannya dibagikan kepada perangkat desa dan anggota BPD.

“Beras PKP yang saya terima dari dolog sebanyak 34 ton 920 kilo gram dibagi merata untuk 267 kepala keluarga dan sisanya dibagi untuk perangkat desa. Seharusnya yang berhak menerima beras PKP ada 194 kepala keluarga. Namun lewat kesepakatan rapat, maka dibagi secara merata untuk 267 kepala keluarga, termasuk PNS,” katanya.

Sedangkan lewat ketua BPD, lanjutnya dijual satu karung untuk Nikolaus Nofu, satu karung lagi untuk Yulius Sonlay. Dan 38 kilo gram diberikan untuk ketua BPD. Dan ada 4 karungnya dibagikan beberapa KK yang namanya tidak terdaftar di register desa.

Sementara sisa 31 karung dibagi untuk BPD, perangkat desa, RT, RW, LPMD, Linmas dan Komite PKP.

Menyikapi informasi warga itu, kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD), Robby Nahas, berjanji akan segera mengambil sikap untuk turun ke lokasi bersama kepala bagian Ekonomi guna menyelesaikannya.

“Saya akan berkoordinasi dengan kabag Ekonomi untuk segera turun ke ke desa lakukan rapat klarifikasi,” katanya Nahas ketika dihubungi melalui ponselnya.

Program Padat Karya Pangan (PKP) merupakan salah satu program pemerintah Kabupaten TTU di bawah kepemimpinan Raymundus Sau Fernadez, SPt dan Aloysius Kobes. S.Sos, Pelaksanaan program ini untuk menjawab permasalahan kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakat desa di kabupaten Timor Tengah Utara.

Dan untuk mencapainya pemerintah daerah Kabupaten Timor Tengah Utara memberdayakan masyarakat dengan cara, pembersihan dan pengolahan lahan, budi daya sayur mayur pada lahan seluas 25 are oleh setiap kepala keluarga dan setiap tahunnya menambah 25 are kemudian masyarakat mendapat pembagian beras itu secara gratis.(dit)

Komentar