oleh

Jual Ponaannya, Tante SK Nikmati Seks Seatap

-Hukrim-18 Dilihat

KEFAMENANU, Terasntt.com — MI (13) gadis asal Desa Oenino Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dijual tantenya Siska Kolo (SK) ke ED (61) pelanggan sayurnya yang sudah memiliki istri dan tiga anak. SK mengantar MI ke rumah ED di Jalan Cendana Kaampung Baru, Kelurahan Aplasi untuk melayaninya, Jumat (27/11/2015).

Pada saat yang sama SK sendiri, juga ngeseks di kamar berbeda dengan pria lain yang sudah menungguinya.

Setelah ngesek tante dan ponaannya ini kembali ke rumah dalam kondisi aman.

Kasus ini baru terbongkar, ketika korban MI melaporkan kepadakedua orangtuanya pada Rabu (02/12/2015).

Korban yang tidak pernah mengenyaam pendidikan ini, mengaku saat dirinya dan tante Siska mendatangi rumah itu, tidak ada siapa – siapa di sana selain “ED” dan seorang anak laki-laki.

Saat itu korban tidak menaru curiga sedipunpu karena, ED sudah kenalnya sebagai pelanggan sayur tante Siksa, bahkan keduanya terlihat sangat akrab.

Korban diajak masuk ke dalam rumah dan saat itu ED meminta kepada Sika untuk main (ngeseks) dengan keponakannya. Tak banyak bicara, tante Siksa langsung menarik tangan MI dan masuk ke kamar ED. Sementara Siska sendiri masuk kamar bersebehan bersama laki – laki lain yang tidak dikenal korban.

Dari pengakuan korban, saat berada dalam kamar, ED langsung melucuti semua pakaian dan memperkosanya.

“Waktu di sana bapak itu bilang, mari bawa dia ke sini saya main dengan lu punya adik. Abis tante Siska langsung tarik tangan kiri saya dan paksa saya masuk ke kamar bapak tua rambut putih itu. Sampai di dalam, bapak itu langsung buka semua baju saya dan perkosa saya. Waktu saya keluar tante Siska ada dengan laki – laki lain di dalam kamar sebelah. Saya tidak kenal mereka. Tidak lama tante Siska keluar baru bapak rambut putih itu bilang, terimakasih sudah kasih adik main dengan saya. Dan tante Siska jawab Ya, sama – sama. Abis kami langsung pulang,” tutur korban saat ditemui di depan ruang RPK Polres TTU.

Sementara kedua orangtua yang mendampingi korban, mengaku kaget saat anaknya mengeluh sakit di bagian bawah perut sampai tak bisa jalan.

“Waktu itu saya sementara timba air ke kali anak saya ikut ke kali dan menangis kesakitan kemudian mengaku sakit di bagian bawah perut, saya tanya kenapa dan dia baru ceritakan semuanya beberapa hari kemudian setelah sakitnya makin parah. Setiap dia kencing pasti berteriak kesakitan. Kasian anak ini, dia baru tiga hari berjualan sayur diajak Siska tapi sudah diperkosa. Lebih sadis lagi, tantenya sendiri yang memaksa dia melayani pak tua itu. Meski antara kami dan Siska masih ada hubungan keluarga, kami mau kasus ini diproses terus sampai tuntas,” tegas Sabina Elu ibu lorban didampingi suaminya, Alfonsus Ite.

Penyidik PPA Polres TTU, Bripda Lola Bistolen, membenarkan adanya kejadian tersebut dan mengatakan, bahwa sesuai hasil visum dokter RSUD Kefamenanu korban mengalami luka robek dalam dan kondisi kemaluan korban mengalami iritasi berat.

“Kami sementara menangani kasus perkosaan yang korbannya adalah anak di bawah umur. Korban diperkosa sebanyak dua kali oleh pelaku pada jam 12.00 wita. Dari PPA sudah mendampingi korban guna menjalani visum dan hasilnya korban mengalami luka robek pada dinding vagina dengan arah lima dan arah jam angka tujuh.

Hingga kini bagian RPK masih melakukan pemeriksaan terhadap korban. Juga mengamankan barang bukti berupaa celana dan baju yang dikenakan korban.

“Siska yang mengantar korban kepada pelaku sudah tahan guna menggali keterangan lebih lanjut, akan keterlibatannya dalam kasus ini, sementara pelaku masih dalam target operasi,” katanya.

Menurut Lola, jumlah kasus kekerasan terhadap anak di kabupaten TTU cukup tinggi untuk beberapa bulan terakhir ini. Terbukti dengan banyaknya laporan kasus yang diterima.(dit)

Komentar