oleh

Jerman Tahan Dua Orang Terduga ISIS yang Rencanakan Serangan

Jakarta, CNN Indonesia — Jerman memastikan bahwa dua orang yang ditangkap di Berlin pada Kamis (26/11) memiliki kaitan dengan ISIS. Mereka disinyalir merencanakan serangan di Kota Dortmund dari Berlin.

Seperti dilansir Reuters merujuk pada harian Jerman, Tagesspiegel, unit komando kepolisian Jerman menahan dua pria asal Suriah dan Tunisia tersebut atas dugaan merencanakan serangan dan menarget pusat kebudayaan.

Sebelumnya, polisi juga menemukan objek berbahaya di dalam kendaraan yang digunakan oleh kedua tersangka sehingga para warga dievakuasi dari perumahan sekitar.

Tim penyelidik kriminal kini tengah menginvestigasi individu-individu yang diduga terkait dengan penangkapan ini.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, pada Rabu kemarin memang mengatakan bahwa Jerman masih dalam tingkat ancaman keamanan tinggi setelah serangan Paris yang menewaskan setidaknya 130 orang pada 13 November lalu.

Pemerintah Jerman pun pada Jumat (27/11) memutuskan untuk terlibat dalam koalisi serangan udara penggempur ISIS di Suriah dan Irak yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Walaupun Jerman tetap tidak akan menurunkan pesawat pengebom udara ke Suriah, tapi Merkel akan mengerahkan armada pendukung, salah satunya jet mata-mata Tornado.

“Hari ini pemerintah mengambil keputusan yang sulit tapi penting dan perlu. Kami berdiri bersama Perancis yang mendapatkan serangan tidak manusiawi dari ISIS,” kata Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen.

Komitmen bantuan armada Jerman disampaikan dalam pertemuan Merkel dengan Presiden Perancis, Francois Hollande, tapi amun masih harus mendapatkan persetujuan parlemen.

Pemerintah Berlin menyatakan akan mengirim empat hingga enam jet Tornado, memberikan dukungan pemantauan satelit, pesawat bahan bakar, dan kapal perang untuk melindungi kapal induk Perancis Charles de Gaulle yang dikirim ke Mediterania dalam misi penyerangan ke Suriah dan Irak.

Untuk mengatasi terorisme, Jerman akan menurunkan hingga 650 tentara ke Mali untuk membantu Perancis dan menambah pelatih militer untuk pasukan peshmerga Kurdi di utara Irak hingga 150 orang. (stu)

Komentar