oleh

Jelang Putusan Perkara PT ERI, Massa Arapel Audiens dengan Waket PN Kefamenanu

-Hukrim-20 Dilihat

KEFAMENANU, Terasntt.com — H – 2 Putusan Perkara Kasus pengrusakan hutan di Desa Oenbit, Kecamatan Insana dengan tersangka PT. Elgary Resources Indonesia (ERI) akan berlangsung. Perwakilan Aliansi Rakyat Peduli Lingkungan (Arapel) beraudens dengan Wakil Ketua (Waket) Pengadilan Negeri (PN) Kefamenanu Darminto Hutasoit, SH. MH, Selasa (2/2/2016) untuk memberi dukungan kepada hakim agar penanganan kasus tersebut secara adil dan bijaksana.

” Tujuan kami datang kesini, yaitu ingin mengadukan persoalan tambang di Desa Oenbit yang perkaranya sedang berjalan di Pengadilan Negeri Kefamenanu. Juga memberikan dukungan moril terhadap pihak pengadilan. Kami minta pihak pengadilan Negeri Kefamenanu agar memberikan hukuman maksimal kepada manajemen PT ERI dan menangkap serta mengadili Kadis Pertambangan, Kehutanan dan Badan Lingkungan Hidup karena lalai menjalankan tugas dan fungsinya,” Kata koordinator Arapel Eman Tabean kepada pihak PN Kefamenanu disaksikan sejumlah wartawan.

Demikian juga disampaikan pemerhati lingkungan Sant Spirit, Egi Tantono, bahwa masyarakat Desa Oenbit menaruh harapan sepenuhnya terhadap PN Kefamenanu. Kiranya keputusan yang diambil dalam persidangan nanti adalah keputusan yang seadil – adilnya dengan mempertimbangkakepentingan rakyat kecil.

“Kami berharap keputusan sidang nanti adalah keputusan yang seadil – adilnya dengan melihat pada penderitaan masyarakat kecil,” tegasnya.

Tak ketinggalan beberapa ketua suku asal, yang juga pemilik lahan menyampaikan, bahwa SK yang diterbitkan Bupati TTU , Raymunuds Sau Fernandes, S. Pt tumpang tindih.

Hutasoit menegaskan, bahwa pihaknya tidak ingin mengomentari terlalu jauh kasus tersebut karena tak ingin mengganggu proses persidangan yang sementara berjalan.

Dia menerima keluhan dan pengaduan Arapel dan menjelaskan, bahwa semua fakta sudah tertuang dalam persidangan yang sedang berjalan selama sebulan lebih, baik menyangkut materi perkara, saksi – saksi dan sejumlah bukti.

Hutasoit juga tak bisa menjanjikan tentang isi putusan yang akan dibacakan pada hari Kamis, (04/02) nanti.
Selain karena bukan dirinya yang memegang kasus tersebut, Hutasoit juga memandang perlunya pihak yang mengadu mengetahui bahwa secara struktural, ia tidak bisa mengintervensi hakim manapun yang menangani kasus tersebut.

Apapaun isi putusannya nanti, semua sudah dipertimbangkan sesuai fakta persidangan yang selama ini berjalan.

“Intinya kami berterimakasih atas dukungan moril bapak – bapak dan kami menerima aspirasi yang disampaikan. Namun perlu diketahui, kami tidak bisa memberi suatu janji terkait putusan sidang nanti, kami juga tidak bisa mengintervensi hakim yang menangani sidang kasus PT ERI. Apapun putusannya nanti, kamipun tidak bisa mengintervensi karena putusan sidangnya tentu sudah melalui pertimbangan akan fakta – fakta hukum yang tertuang selama sidang berjalan,” tegasnya.

Yang mendampingi Waket PN Kefamenanu, Darminto Hutasoit, SH, MH dalam audens itu tersebut, Miduk Sinaga, SH selaku pejabat Humas PN Kefamenanu dan panitera Markus Meko.

Pada kesempatan itu Miduk Sinaga menghimbau Arapel dan warga Desa Oenbit agar hadir dalam sidang putusan Kamis, (04/02) nanti untuk mendengar secara langsung fakta hukum sekaligus isi putusannya.

“Sidang yang selama ini berjalan terbuka untuk umum artinya tidak ada yang ditutup – tutupi dan majelis hakim yang menangani perkara ini sifatnya independen tidak ada yang bisa mengintervensi putusan perkaranya nanti. Silahkan bapak – bapak bersama masyarakat lainnya datang dan mendengarkan isi putusannya. Berikan kepercayaan pada majelis hakim yang menangani perkara ini. Jika putusannya tidak berkenan bagi pihak – pihak tertentu, silahkan mengambil langkah hukum lainnya yang bisa ditempuh,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, perkara pengrusakan hutan Ekafalo di Desa Oenbit Kecamatan Insana untuk penambangan mangan dengan terdakwa Daniel Castillo selaku Manager PT Elgary Resources Indonesia (ERI), telah digelar sejak Jumat (18/12/2015) lalu.

Sidang perkara ini dipimpin ketua majelis hakim Ezra Sulaiman didampingi hakim anggota Yefri Bimusu dan I Gde Adi Muliawan. Sedangkan terdakwa yang berada dalam kondisi sakit dan masih berada dalam perawatan intensif di RSUD Kefamenanu, dalam persidangan diwakili kuasa hukumnya Stef Matutina dan Matheos Selan.(dit)

Komentar