oleh

Jadi Ketum Golkar, Mahyudin Siap Mundur Dari Waket MPR n; Galang Dukungan NTT

-Politik-77 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Salah satu calon ketua umum DPP Partai Golkar, H. Mahyudin, ST, MM menyatakan diri siap mundur dari jabatan saat ini sebagai wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) jika ia dipercayakan menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar dalam Munaslub Golkar yang bakal dihelat pada bulan April 2016 mendatang.

Mahyudin menyadari bahwa dengan sisa waktu yang singkat menuju Pemilu 2019, maka membutuhkan energi dan biaya yang besar untuk mengkonsolidasikan Golkar untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar.

“Saya menyadari bahwa jika saya menjadi Ketua Umum Golkar maka kesibukannya luar biasa dan pasti tidak mampu menjalankan tugas saya sebagai Wakil Ketua MPR RI. Nah, kalau dipandang perlu bahwa tidak efektif maka saya lebih memilih opsi untuk mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua MPR RI dan akan lebih fokus menjadi Ketua Umum Golkar untuk membesarkan Golkar,” ujar Mahyudin usai menggelar acara silahturahim bersama Ketua dan Pengurus DPD I dan DPD II Partai Golkar se Provinsi NTT di Hotel Aston Kupang, Sabtu (27/2/2016).

Apakah Mahyudin tidak merasa rugi jika harus mundur dari jabatan Wakil Ketua MPR RI. Politisi asal Tabolang, Kalimantan Selatan ini menegaskan, ia bukan pedagang.

“ Yang berpikir untung dan rugi itu hanya pedagang. Dan saya berpikir hanya berjuang, berjuang dan berjuang untuk mengembalikan kepercayaan rakyat Indonesia kepada Golkar, karena ujung-ujungnya Golkar bekerja untuk membangun kesejahteraan rakyat. Harus mengutamakan kepentingan banyak orang dibandingkan kepentingan pribadi,” katanya.

Mahyudin mengatakan, motifasinya menjadi calon Ketua Umum lantaran keterpanggilan jiwa untuk mengembalikan kejayaan partai Golkar. Pasalnya, ia adalah kader Golkar yang memulai kariri dari Ketua Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan saat ini menjadi salah satu Ketua di Pusat.

“Dalam perjalanan saya mengikuti semua perjalanan Golkar mulai masa jaya di Orde Baru, masa-masa sulit di tahun 1999 dan kembali jaya pada tahun 2004, dan sekarang menurun terus. Lalu jiwa saya terpanggil bahwa harus kita kembalikan kejayaan partai Golkar dengan bekerja maksimal agar rakyat kembali menaruh kepercayaan kepada Golkar. Dan itu membutuhkan pemimpin yang memiliki kekuatan pemikiran, misi, dan konsep serta gagasan dan idialisem membangun bangsa,” katanya.

Mahyudin mengaku sudah direstui Aburisal Bakrie dan Akbar Tandjung untuk maju bertarung dalam Munaslub mendatang. “Pa Ical merestui kami semua, dan saya juga sudah ke pak Ical dan Bang Akbar Tandjung, bahkan beliau (Akbar Tandjung) juga yang dorong saya maju dan memang sudah saatnya harus ada regenerasi, dan alamia sekali bahwa setiap pemimpin ada massanya dan setiap massa ada pemimpinnya. Dan, saya kira masanya sekarang pemimpin Golkar adalah generaasi seperti saya sekarang,” katanya

Mahyudin yang saat ini terus menggalang dukungan ke semua daerah di Indonesia.
Ia juga dengan tegas menolak segala jenis kecurangan dalam ajang Munaslub Golkar mendatang.

“Saya menolak money politik serta cara-cara curang dalam bersaing seperti intimidasi, dan segala ancaman dan praktek kotor. Golkar harus membangun demokrasi dengan tidak melakukan praktek-praktek kotor, Golkar harus membangun demokrasi yang jujur agar memberikan citra kepada masyarakat bahwa Golkar sudah berubah dan bersih, jadi saya tegas menolak ada kecurangan,” katanya.

Ketua DPD I partai Golkar Provinsi NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah mengatakan, NTT membuka kesempatan kepada semua calon yang muncul karena merekalah yang terbaik.

“Soal terpilihnya, tergantung semua berporses di Munaslub. Seluruh yang menucul selalu terbaik dan ini adalah demokarasi, maka selalu dinamis dan berproses maka akan ada yang jatuh dan tertinggal. Dan soal siapa terjatuh karena apa itu lain proses,” kata Medah.

Anggota DPD RI asal NTT ini secara terbuka memberikan kesempatan kepada seluruh Ketua DPD II Gollkar se NTT untuk mendengar langsung paparan visi dan misi Mahyudin untuk selanjutnya nanti masing-masing menentukan pilihan sesuai pikiran dan hatinya.
Ketua DPD II Golkar Kabupaten Flores Timur Yoseph Sani Betan mengatakan, seluruh DPD II Golkar se NTT sudah mendengar langsung paparan visi dan misi Pak Mahyudin dan sebagai orang muda, beliau sangat enerjik dalam mengelolah Partai Golkar.

“Apalagi beliau memulai karirnya di partai Golkar dari bawah yaitu Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan saat ini di Pusat. Kita memberikan apresiasai bagi kecerdasan dan kemampuan pak Mahyudin, dan beliau sangat layak menjadi ketua Umum Golkar, karena memahami betul kehendak kita para pengurus Golkar daerah” kata Ketua DPRD Flores Timur itu.(*/mas)

Komentar