oleh

Ini Pernyataan Kepala Bappeda dan Badan Keuangan Usai Dilantik

-Daerah-64 Dilihat

Kupang, Terasntt.com,- Kepala Bappeda baru, Jefri Pelt dan Kepala Badan Keuangan Kota Kupang, dr.Ari Wijana usai dilantik mengaku siap jalankan tugas secara baik.

” Sebagai ASN tentunya siap ditempatkan dimana saja dan tentunya seluruh kerja siap ditingkatkan dengan menjalakan tugas dan tanggungjawab dari Kepala Bappeda yang lama akan saya jalankan,” kata Jefri Pelt, Rabu (29/8).

Dikatakanya, sebagai pelaksana perencanaan pembangunan di kota ini akan siap secara maksimal mungkin dalam menerjemahkan visi dan misi pemerintah kota didalam seluruh program kegiatan dalam rangka tugas pelayanan pemerintahan akan pelayanan publik.

Selain itu, lanjutnya serta  tugas-tugas yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan.

Sementara Kepala Badan Keuangan yang baru, dr.Ari Wijana mengatakan, sebagai ASN tentunya siap ditempatkan dimana saja.Walaupun perlu waktu, sebab ini tantangan yang perlu kita belajar ditempat lain untuk pengalaman hidup dan pengalaman berkarya.

“Prinsipnya secara manejemen tidak jauh berbedah, namun targetnya yang berbedah.
Karena dikesehatan saya bicara orang sehat orang sakit, sementara di Badan Keuangan saya tentunya bicara realisasi keuangan dan realisasi PAD,” katanya.

Saat ditanya apakah dengan jabatan baru apa dapat menaikkan target PAD lebih dari Kepala Keuangan sebelumnya. Ia mengatakan,  secara cita-ctanya begitu, tetapi prinsipnya harus memiliki data base yang falid.Karena untuk menaikan PAD pastinya harus didukung dengan data base yang falid.

“Intinya untuk mendapatkan data base yang falid kita bergerak dulu, guna bisa kita naikkan target.Kita tidak mungkin naik target sebarang tanpa data base yang falid, yang nantinya jia tidak tercapai akan mengakibatkan terjadi defisit,” lanjutnya.Jadi apa yang ingin dinaikkan terget pendapatannya harus didukung dengan data base yang falid.Sehingga tugas awal baginya adalah meniliki data base yang falid, guna disidang DPRD nanti kita bicara menggunakan data.

“Pengalaman saya di Dinkes berbicara selalu menggunakan data, sebab bicara tanpa data yang bagus sama saja kita bohong,” tutur mantan kadis Kesehatan ini. (Yon)

Komentar