oleh

Idrus Marham: Ketum Golkar Tak Otomatis Jadi Capres

-Politik-71 Dilihat

Jakarta, CNN Indonesia — Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, mengatakan sosok yang akan terpilih menjadi ketua umum baru partainya belum tentu akan didorong menjadi calon presiden pada pemilihan presiden tahun 2019 mendatang.

Pernyataan tersebut diutarakan Idrus usai diumumkan menjadi satu dari empat calon ketua umum Golkar yang akan diusung Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957.

Idrus menuturkan, gesekan yang yang selama ini kerap terjadi di partainya disebabkan hasrat sang ketua umum untuk menjadi presiden. Rasa haus kekuasaan, menurutnya, dapat kembali merusak Golkar.

“Atas pandangan itulah jika saya terpilih, maka ketua umum tidak akan otomatis menjadi calon presiden ataupun calon wakil presiden,” kata Idrus saat ditemui di Ancol, Jakarta, Sabtu (27/2).

Idrus memaparkan, lingkup menjadi ketua umum partai dan presiden Indonesia berbeda. Alasan itulah yang meyakinkannya untuk membuat perubahan paradigma di partainya.

Idrus mencontohkan, ketua umum Golkar hanya dipilih oleh pimpinan dewan pimpinan daerah tingkat satu dan tingkat dua. Sementara itu, presiden ditentukan okeh seluruh masyarakat.

“Saya akan menciptakam sistem yang memberikan peluang pada seluruh kader Golkar untuk bersaing dan duduk di posisi itu (calon Presiden Indonesia),” katanya.

Untuk bisa menjalankan sistem itu, Idrus berencana menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga survei independen. Kerja sama itu menurutnya akan memberikan gambaran sosok seperti apa yang diinginkan masyarakat.

“Ini semua karena suara Golkar suara rakyat, kami ikuti keinginan rakyat. Begitulah, jika berharap Golkar menjadi besar, jangan mementingkan syahwat kekuasaan masing-masing.”

Sebelumnya, Ketua Umum Kosgoro 1957 Agung Laksono mengumumkan empat nama yang akan diajukan organisasinya menjadi calon ketua Golkar. Mereka adalah Idrus, Airlangga Hartanto, Setya Novanto dan Syahrul Yasin Limpo.

“Tokoh ini tak asing lagi di Kosgoro. Beliau terpanggil menjadi calon ketua umum karena pengalamannya menjadi anggota fraksi di DPR dan juga sekjen partai,” kata Agung saat mengumumkan nama Idrus.(abra)

Komentar