oleh

Identitas Jamin Hak Anak

-Humaniora-22 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com – Upaya perlindungan terhadap hak anak makin gencar dilaksanakan oleh pemerintah. Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI wilayah NTT terus melakukan sosialisasi dan pelatihan tentang hak anak di NTT.

Demikian disampaikan Kasubid Pemajuan HAM, Kemenkumham RI wilayah NTT, Ariance Komile ketika memberikan sosialisasi dan pelatihan perlindungan hak anak Indonesia di gedung kebaktian Jemaat GMIT Koinonia Kupang,Senin (21/3/2016) petang.

Menurutnya perlindungan hak atas anak perlu ditumbuh kembangkan sehingga para orangtua dan Negara wajib melaksahakan perlindungan atas hak anak tersebut.
” Ada beberapa Hak anak Indonesia diantaranya hak mendapatkan identitas, hak atas pengasuhan, hak atas pengasuhan alternatif l dan II, hak atas agama, hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak atas kesejahteraan sosial dan hak atas perlindungan khusus. Semua hak anak ini wajib dilaksanakan oleh orangtua dan Negara dalam rangka perlindungan terhadap anak Indonesia,” ujarnya.

Komile menegaskan tentang undang – undang Nomor 35 tahun 2014, tentang memberikan perlindungan atas anak karena anak adalah aset bangsa, anak termasuk kelompok rentan dalam masyarakat dan anak memiliki hak khusus yang tidak dimiliki oleh orang dewasa.

Sementara Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, David Mangi dalam materinya, tentang pemenuhan hak identitas anak dari perspektif HAM dalam hal Kartu Identitas Anak (KIA) mengatakan, kebijakan Pemerintah Indonesia lewat Permendagri Nomor 2 tahun 2016, tentang KIA bertujuan untuk melindungi hak anak Indonesia secara utuh.
“Negara menerbitkan KIA memiliki tujuan sebagai tanda pengenal anak, sebagai persyaratan pendaftaran sekolah, melakukan transaksi keuangan bagi anak, pelayanan kesehatan anak, pembuatan dokumen keimigrasian, mengurus klaim santunan kematian bagi pemegang KIA yang masih aktif, mencegah terjadinya perdagangan anak dan berbagai bentuk keperluan yang membutuhkan identitas anak yang berdomisili di Kabupaten dan Kota,” katanya.

Mangi menjelaskan pemberian KIA ini ada dua jenis yakni untuk anak usia 0-5 tahun tanpa pas foto dan anak usia 6-kurang satu hari usia 17 tahun.

” Ada dua jenis KIA bagi anak,anak usia 0-5 tahun itu tanpa pas foto, sedangkan anak usia 6-kurang satu hari usia 17 tahun itu menggunakan pas foto karena pada saat usia 17 tahun anak akan memiliki wajib e-KTP, sehingga anak mudah mengurus identitasnya hanya mengganti KIA ke e-KTP semua persyaratan datanya sudah lengkap tinggal perekaman, foto dan aris mata saja,” jelasnya.(man)

Komentar