oleh

Haning dan Radja di Tuding Hakim Rugikan Mahasiswa

-Olahraga-20 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kupang menegaskan perbuatan mantan rektor PGRI NTT Samuel Haning dan Ketua Yayasan merugikan ribuan mahasiswa. Perseteruan kedua pimpinan ini mahasiswa dikorbankan.

Demikian ungkap salah satu Hakim PN Kupang dalam sidang lanjutan kasus dugaan penggunaan gelar doktor palsu oleh terdakwa Haning, Kamis (7/1/2016).

Sidang tersebut dipimpin hakim ketua, Ida Ayu dihadiri terdakwa bersama kuasa hukumnya, Yohanes D. Rihi cs. JPU, Lala Siregar dan Wisnu Wardana.

Menurut majelis hakim, perseteruan antara Samuel Haning dan Soleman Radja, bisa diselesaikan dengan hati, namun karena keegoisan dan adanya kepentingan antara keduanya, membuat ribuan mahasiswa Universitas PGRI NTT menjadi korban.

“Sebenarnya ini bisa diselesaikan dengan hati tapi karena ada kepentingan saja makanya seperti ini. Keduanya tidak berpikir soal mahasiswa akhirnya mahasiswa yang menjadi korban, “ kata hakim.

Menurut hakim, keduanya tidak berpikir bagaimana dapat menyelamatkan ribuan mahasiswa.

“ Kalian berdua seharusnya berpikir bagaimana caranya untuk selamatkan ribuan mahasiswa di PGRI NTT. Bukan, berpikir diri masing-masing karena kepentingan semata, “ ujar hakim.

Pada kesempatan yang sama, saksi Soleman Radja mengatakan, bahwa status Samuel Haning sebagai rektor tidak sah. Sebagaimana keputusan Dikti.

Namun, anehnya Samuel Haning tetap melaksanakan wisuda terhadap mahasiswa.

Bahkan, terdakwa masih berkila dan menujuhkan bukti lain, ada pengakuan Soleman Radja pada tanggal 8 November 2014, dirinya masih sah sebagai rektor PGRI NTT.(che)

Komentar