oleh

Handicap – Bengkel Apek Latih Penyandang Disabilitas

-Humaniora-18 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Keterbatasan fisik bukan menjadi penghambat bagi para Disabilitas dalam menapaki kehidupan dan berperan aktif mendukung program pembangunan pemerintah.
Keberadaan para Disabilitas juga memberikan dukungan positif terhadap penyelengaraan pembangunan di daerah ini sehingga perlu adanya pembentuk karakter dan kapasitas.

Untuk itu, Handicap International bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bengkel Apek Kupang mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi penyandang Disabilitas dan kaum perempuan rentan di Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Jumad (15/01/16).

Manejer program dan wakil koordinator Bengkel Apek Kupang, Tarsianus Tani mengatakan, kegiatan pelatihan bagi para penyandang disabilitas dan kaum perempuan rentan dimaksud, agar mendapatkan kesempatan yang sama dengan sesama yang normal fisik untuk terlibat dan berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, lewat pengembangan.

Untuk itu, lanjutnya mereka akan dibekali sejumlah ketrampilan dan memiliki kontribusi secara pribadi maupun kelompok untuk terlibat dalam proses pembangunan dan khusus bagi kaum perempuan rentan serta disabilitas yang sekian lama dianggap kaum terpinggirkan, kalangan yang kurang mampu, sehingga mereka dilatih menjadi kaum yang partisipatif.
“Anggapan bahwa mereka ini kaum terpinggirkan dan kalangan yang kurang mampu secara fifik yang sekian lama tidak pernah dilibatkan dalam proses pembangunan maka kami bekerja sama dengan Handicap International akan melatih mereka dalam rangka peningkatan kapasitas baik itu ketrampilan maupun kontribusi mereka secara pribadi dan kelompok akan, secara partisipatif terlibat dalam proses pembangunan yang dilakukan pemerintah,” katanya.
Sementara Deputi Project Manager Handicap International, Yohanes M.Z.Bella, mengatakan, sudah saatnya penyandang disabilitas dan kaum perempuan terlibat dalam forum pembangunan lokal, dalam hal ini akan terlibat secara aktif dilingkungan tempat tinggal mereka sendiri.

Mereka berperan aktif terlibat dalam segala proses pembangunan, karena pelatihan ini adalah bagian dari perencanaan kerjasama yang akan berlangsung sampai 3 tahun ke depan maka diakhir dari program ini nantinya pemerintah dapat mengakomodir kebutuhan mereka lewat program dan kebijakan yang nyata bagi mereka.
“Ada harapan yang akan terwujud jika mereka sudah mampu terlibat dan diberikan kesempatan untuk mengikuti proses pembangunan lokal itu berarti mereka sudah mampu memberikan kontribusi mereka,dan setelah 3 tahun kegiatan ini berlangsung maka diakhirnya kami berharap pemerintah dapat mengakomodir kebutuhan mereka lewat program dan kebijakan yang nyata bagi mereka,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut baik Handicap International dan Bengkel Apek berharap kerjasama yang baik dengan para media dan akan melakukan koordinasi secara bersama untuk mengawal segala bentuk intervensi program dan kebijakan pemerintah terhadap kaum disabilitas dan kaum perempuan rentan. (man)

Komentar