oleh

Hakim Tolak Pra Peradilan Samuel Haning

-Hukrim-23 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com – Pengadilan Negeri kelas I A Kupang melalui Majelis Hakim Herbert Herera,SH dalam putusannya menolak permohonan Pra Peradilan mantan Rektor PGRI NTT, Samuel Haning terhadap Polres Kupag Kota. Putusan tersebut digelar dalam sidang yang berlangsung, Senin (19/10/2015) pukul 09.30 Wita.
Dalam putusannyaa Herera menegaskan bahwa proses penyilidikan tim penyidik Polres Kupang Kota terkait dugaan tindak pidana peggunaan gelar doktor palsu oleh tersangka Samuel Haning sudah sesusai dengan Standar Operasional (SOP) pada Kepolisian.
Untuk itu lanjut dia, permohonan pra peradilan yang diajukan pemohon terhadap Polres Kupang Kota ditolak secara keseluruhan.
“Proses penyilidikan yang dilakukan tim penyidik Polres Kupang Kota sudah sesuai dengan SOP. Permohonan pra peradilan Sam Haning dinyatakan ditolak secara keseluruhan, “ tegasnya.
Menurut Herera, penyidikan yang dilakukan tim penyidik Polres Kupang Kota dinyatakan sah, karena sudah melalui beberapa tahap seperti, surat pemberitahuan dimulai penyidikan, surat pemberitahuan hasil penyidikan, laporan polisi dan beberapa alat bukti lainnya.
Usai sidang, kuasa hukum pemohon, Lesly Anderson Lay,SH menegaskan bahwa putusan majelis hakim tidak adil karena beberapa alat bukti yang tidak memenuhi unsur tindak pidana tidak disebutkan secara detail oleh majelis hakim.
Menurut Lesly, seharusnya pra peradilan yang diajukan pemohon dapat diterrima majelis hakim, namun keputusan hakim harus dihormati pihak pemohon. Karena itu merupakan keputusan final.
“Seharusnya hakim menerima pra peradilan kami. Dan memerintahkan menghentikan perkara itu. Karena ada beberapa alat bukti yang dalam putusan tidak disebutkan oleh hakim, “ katanya. (che)

Komentar