oleh

Hakim Tolak Pra Peradilan Noer, Cs

-Hukrim-21 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com – Setelah menolak permohonan Pra Peradilan mantan Rektor PGRI NTT, Samuel Haning kini Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kupang kembali menolak permohonana yang sama dari lima tersangka kasus korupsi pembangunan dermaga di Kabupaten Alor dan Flores Timur tahun 2014 senilai Rp 43 miliar. Putusan Penolakan terhadap permohonana Ir. Noer Suwartina, Adi Nugraha Suryadi, S.Ip, Berman Banjarnahor, S.E; Dra. Sofiyah dan Slamet Maryoto, S.T berlangsung dalam sidang yang digelar, Selasa (20/10/2015).
Menurut hakim, dasar penolakan atas pra peradilan yang diajukan pemohon terhadap termohon, yakni proses penetapan tersangka terhadap lima pemohon pra peradilan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedural (SOP) yang ada pada Kejati NTT, demikian juga proses penyidikan.
“Proses penetapan tersangka oleh penyidik sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedural (SOP) sehingga permohonan pra peradilan ditolak secara keseluruhan, “ tegas Majelis Hakim.
Kajati NTT, John W. Purba, SH, MH ketika dikonfirmasi terkait dengan penolakan pra peradilan, menegaskan bahwa proses penyilidikan kasus tersebut dilanjutkan.
Purba menegaskan, pihaknya akan menerbitkan surat panggilan untuk kelima tersangka guna pemeriksaan lebih lanjut.
” Jika para tersangka juga tidak memenuhi panggilan, maka akan ditangkap. Sudah empat kalin kelima tersangka mangkir dari npanggilan penyidik. Pra peradilannya sudah ditolak hakim, surat panggilan akan diterbitkan untuk dipanggil dan diperiksa sebagai tersangka. Tapi jika masih juga mangkir maka akan langsung ditangkap, “ tegas Purba. (che)

Komentar