oleh

Hadapi Corona, Laka Lena Serahkan Buku Panduan Kepada Kadis Kesehatan NTT

-Humaniora-78 Dilihat

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena bersama tim translate menyerahkan buku panduan menghadapi Virus Corona kepada Kadis Kesehatan NTT dr. Dominggus Domi Mere.

Kupang, teras-ntt.com — Setelah menyerahkan buku panduan menghadapi Vius Corona kepada Menteri Kesehatan RI, dr. Terawan Agus Putranto kini Wakil Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena kembali menyerahkan buku yang sama sebagai referensi kepada Kadis Kesehatab NTT dr. Dominggus Domi Mere untuk melayani masyarakat NTT di Kupang, Rabu (18/3/2020). Penyerahan panduan hasil translate dari RRC oleh Dr. Dominggus Elcid Li merupakan wujud kepedulian Laka Lena terhadap kesehatan masyarakat.

Melki Laka Lena didampingi wakil ketua Komisi V DPRD NTT Mohamad Ansor bersama anggota dr. Christian Widodo, tim translate Dr. Elcid Li dan Dr. Rudi Rohi diterima langsung Kadis Kesehatan NTT, dr. Dominggu Domi Mere bersama staf dalam suasana kebersamaan.

Pada kesempatan itu Laka Lena menjelaskan maksud kedatangannya bersama rombongan untuk menyerahkan buku panduang menghadapi Virus Corona.

” Buku panduan ini adalah hasil translate dari bahasa China ke Inggris dan Inggris ke bahasa Indonesia oleh Dr. Elcid Li dan Dr. Rudi Rahi dari forum Akademi NTT sebagai panduan yang sudah digunakan di Wuhan RRC,” kata Laka Lena.

Politisi muda Senayan ini berharap buku panduan yang diserahkan itu bisa diperbanyak dan dikirim ke semua daerah di NTT untuk melayani masyarakat.

” Buku ini diberikan kepada kita semua sebagai tenaga kesehatan dan sebagai panduan yang bisa gunakan karena ini rill sudah digunakan di Wuhan China, bahwa nantinya kita punya pengalaman sendiri dan cara sendiri itu urusan kita di lapangan. Apalagi tanggal 16/3/2020 kemarin saya melihat sudah ada juga rekomendasi yang ditandatangani Dirjen P2P Ahmad Yulianto semacam protokol bagi orang kesehatan untuk menangani di lapangan,” kata Laka Lena.

Kami berharap agar kita semua tetap bisa melayani, kemungkinan andai kita punya pasien Covid-19 di NTT. Kita tidak berharap tetapi lebih baik kita antisipasi dari pada kita kewalahan nanti, lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Elcid mengatakan, bahwa yang terpenting dalam buku ini ketika menerjemahkan kita katakan, bahwa bisa saja tiba – tiba konteksnya berbeda, tetapi pak Melki sendiri dengan tegas menyatakan, bahwa ini adalah catatan pengalaman yang sudah ditempu tiga bulan lalu oleh RRC. Jadi itu satu pengalaman yang dijadikan referensi.

Sementara Kadis, Domi Mere mengatakan, bahwa pihak dinas sedang mempersiapkan Pokja Sekretariat berkaitan dengan pencatatan dan pelaporan serta laporan yang terapdate setiap hari dan nantinya akan disampaikan kepada media melalui gubernur sebagai panasehat dan juga kepada ketua gugus tugas oleh karena Covid-19 sudah dimaklumadkan sebagai pandemik yang sebetulnya adalah kedaruratan kesehatan masyarakat.

” Kalau kita mengacu pada UU Nomor 6 tahun 2018 tentang kepentibgan kesehatan,” katanya.

Domi Mere juga berjanji akan segera memperbanyak buku panduan itu dan dikirim ke semua daerah sebagai referensi menghadapi Virus Corona.(m45)

Komentar