oleh

Guru Honor Di Boti Campakan Istri Lewat Sepucuk Surat pernyataan

-Daerah-81 Dilihat

Soe, terasntt.com –-” Kau datang dan pergi sesuka hatimu,oh kejamnya dikau kejamnya dikau padaku” sebait syair lagu yang mungkin menggambarkan isi hati seorang Agustina Benu warga Mnelalete kelahiran Desa Boti Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Bagaimana tidak,sejak kumpul bersama sang kekasih yang adalah seorang guru honor pada SMP Satap Oefau Kecamatan Ki’e bernama Odie Tse,dan mereka sudah dikaruniai dua orang anak tiba – tiba sang kekasih tidak mau menikah dan hidup bersama lagi yang disampaikan lewat sepucuk surat pernyataan.

Kepada terasntt.com di rumah keluarga di Mnelalete, Minggu (4/8/2019), Agustina mengisahkan bahwa hubungannya, ia hamil sejak tahun 2017 lalu dan karena kondisi tersebut orangtua sang kekasih langsung masuk minang yang sekaligus menentukan pernikahan bulan Juni tahun itu juga. Namun dalam perjalanan, menimbang kondisi Agustina hamil sehingga pernikahan ditunda sampai selesai melahirkan.

Keduanya tinggal bersama di rumah orangtua Odie usai masuk minang hingga lahirlah putri mereka bernama Shanon, sayangnya waktu lahir Odie menghilang dan tidak sempat melihat putrinya itu.

Enam bulan menghilang sejak bulan Agustus 2017 sehingga Febuari keluarga melaporkan hal tersebut pada kepala desa Boti. Ketika itu muncullah Odie lalu membuat surat pernyataan, bahwa tidak akan meninggalkan istri dana anaknya, jika tidak makan siap diproses secara hukum yanh disaksikan kepala desa.

Setelah itu mereka kembali hidup bersama di desa Boti hingga lahir anak kedua pada bulan April 2019 lalu di Soe.

Pasca kelahiran anak kedua lanjutnya, mereka kembali ke Boti sejak Juni lalu, dan suatu waktu ketika anaknya sakit ia berobat ke soe dan sempat nginap beberapa hari baru kembali ke kampung. Namun saat tiba di kampung sang suami menyuruhnya pulang karena tidak ingin kawin lagi dengan alasan ia (Agustina ) yang mengakibatkan anak mereka sakit.

Persolan ini kemudian dilapornkan pada kepala desa yang berujung pada surat pernyataan Odie yang tidak ingin kawin lagi sehingga keluarganya didenda empat ekor sapi.

” Saya disuruh pulang ke orangtua dan saya menduga itu dilakukan suami atas desakan keluarga dan orangtua Odie,” ujarnya sambil menunduk.

Saudara laki Agustina yang mendampinginya, Soni Benu mengatakan, Odie mengusir saudarinya pulang ke orangtua dan membuat pernyataan tidak mau nikah bulan Juli sehingga keluarga melaporkan hal tersebut pada Dinas P3A tertanggal 8/7/2019.

” Saya akan proses hukum Odie karena perbuatannya itu dan sesuai surat pernyataan bahwa akan membayar denda sapi empat ekorpun tidak ada tindak lanjut sehingga dia harus menerima resiko,”ujarnya.(erik)

Komentar