oleh

Gempa 6,2 Sr, Guncang Alor

-Humaniora-22 Dilihat

ALOR, Terasantt.com — Kabupaten Alor diguncang Gempa berkekuatan 6,2 SK, Rabu (4/10/2015), pukul 11.44 wita. Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, hanya beberapa gereja dan sekolah mengalami kerusakan serius.
Sementara ini warga tidak berani masuk rumah karena takut gempa susulan. Mereka membuka terpal di tempat aman untuk tinggal sementara dengan mengedepankan kesiap – siagaan.
Berdasarkan data BMKG Stasiun Geofisika
Klas I Kupang menyebutkan Gempa Mag 6.2 SR, pada Rabu 04 Nopember 2015 pada 10:44:19 WIB, Lokasi :8.20 LS – 124.94 BT (di 28 Km Timur Laut Alor- NTT) dengan Kedalaman 89 Km.
gereja yang rusak akibat gempa Pada 12:06:43 WITA, di Lokasi :10.00 LS – 123.51 BT (di 49 Km Barat Daya, Kabupaten Kupang- NTT), terjadi gempa susulan sebesar 3.6 Sr di Kedalman:10 Km.
Akibat gempa itu beberapa bangunan di kota Kalabahi rusak, diantarannya SMA Kristen 2 Kalabahi serta bangunan
Koperasi Tribuana, juga beberapa gereja ambruk.
Gedung yang rusak akibat gempa
Warga Kalabahi, Amirudin Tolang menjelaskan gempa terjadi sekitar kurang lebih pukul 12.00 wita akibat gempa tersebut membuat bangunan koperasi Tribuana Rusak berat.
Hingga berita ini di tayangkan belum bisa dipastikan berapa bangunan yang rusak akibat peristiwa gempa.
Beberapa desa yang bangunannya rusak yakni Desa
Tanglapui Timur , Maritaing Taramana, Lantoka , padang Alang serta Naumang (Kolana Selatan). Kerusakan selain di rumah penduduk juga tempat ibadah, namun gempa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Akibat gempa ini menyebabkan jalur darat Kalabahi kolana Lumpuh total.
Informasi yang di peroleh dari Camat Maritang, Semuel Sirituka akibat gempa menyebabkan longsor yang menutupi jalan raya menuju maritaing dan merubuhkan sebuah jembatan yang roboh.
Salah satu warga yang dihubungi via telpon Marzuki T , Rabu 4 November 2015 pukul 20.30 wita menjelaskan sampai saat ini warga kalabahi diselimuti kecemasan karena takut gempa susulan yang lebih besar diterjadi malam hari, Warga kalabahi saat ini kebanyakan berada diluar (halaman rumah)
masing-masing karena takut dan was-was terhadap gempa susulan yang terjadi di malam hari.
Untuk sementara pemerintah setempat mengatasinya dengan membangun tenda – terda pada titik – titik yang aman.(*/mas)

Komentar