oleh

Finalish, Puteri Indonesia Promosikan Budaya NTT

-Nasional-20 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Salah satu finalish Puteri Indonesia tahun 2016 asal NTT, Gloria Angelica Radja Gah bertekad mempromosikan budaya NTT ke tingkat nasional maupun internasional. Sebelum masuk karangtina di Jakarta tanggal 12 Februari 2016, Gloria sapaan Gloria Angelina Radja Gah menyempatkan diri bersama kedua orangtua dan manajemennya pulang ke NTT untuk memohon dukungan kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat sekaligus mengunjungi kakeknya di Sabu Raijua.

Dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Aston Kupang, Gloria didampingi kedua orangtuanya mengisahkan, awalnya dia mendaftarkan diri melalui online untuk mengikuti seleksi Puteri Indonesia tahun 2016 itu. Dan tenyata Puteri kelahiran Jakarta ini lolos mewakili NTT dan kini menjadi salah satu finalish.

Gloria menjelaskan, bahwa dengan latar belakang seorang arsitektur pada usianya 24 tahun, dia yakin mampu menyaingi finalish lain dengan mempromosihkan berbagai kelebihan yang di miliki berbagai suku di NTT.

” Berkat dukungan dan sponsor ibu Yuliana, cukup banyak memperkenalkan tenun – ikat asal NTT dan beberapa gaun yang akan saya kenakan saat karangtina itu sudah dimodifikasi. Ini bagi saya sangat bagus menjadi media untuk mempromosikan budaya NTT secara keseluruhan. Saya akan berjuang semaksimal mungkin untuk mengangkat nama NTT ke pentas nasional,” katanya.

Selain itu, lanjutnya melalui visinya untuk mempromiosikan NTT hingga tingkat Nasional maupun intenasional tidak sebatas impian, dia juga akan berbuat sesuatu agar nama NTT tetap dikenang sepanjang masa, tidak sebatas pada ajang pemilihan Puteri Indonesia saja.

Menurutnya, kepulangan dia bersama keluarga ke NTT dan Sabu Raijua khususnya, ingin menemui para petinggi di NTT dan juga masyarakat serta mengunjungi beberapa sekolah untuk mendapat dukungan dan referensi sebagai bekal agar bisa bersaing dengan finalish lain.

” Saya hobi bermain piano dan saya sudah mempersiapkan beberapa lagu NTT untuk dinyanyikan pada saat karangtina. Juga saya akan mempromosikan pakaian adat dari ke 22 kabupaten/ kota se NTT,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah para undangan dan awak media.

Dia sangat yakin bisa mengharumkan nama NTT pada ajang bergengsi itu karena ibunya berkelahiran Sabu Raijua yang cukup memahami kondisi NTT dengan berbagai ragam budaya, bahkan dia sempat pulang beberapa waktu sebelumnya untuk menemui kakeknya sekaligus mengunjungui beberapa obyek wisata yang bisa promosikan pada ajang Putri Indonesia.

Walau demikian, Gloria ingin fokus pada kain tenun ikat ketibangan tentang rumah – rumah adat, tetapi itu juga menjadi referensi untuk dipelajari lebih jauh dan mendalam.

Sementara Ayahnya, Ahmad Salim Rasid bersama istrinya tak sanggup membendung rasa bangga dan harunya, karena anak mereka bisa masuk sebagai finalish Puteri Indonesia tahun 2016.

” Kami bangga dan yakin, bahwa Gloria yang berasal dari NTT bisa mendapat dukungan sepenuhnya dari masyarakat NTT sehingga mampu mengharumkan nama NTT di ajang nasional,” katanya.(mas)

Komentar