oleh

Embung Oekefan Tidak Layak

-Daerah-69 Dilihat

Bupati TTS, Epy Tahun

Soe, terasntt.com — Embung Oekefan yang dibangun beberapa waktu lalu mubasir dan tidak dimanfaatkan. Embung ini dinilai tidak layak dan tidak memenuhi standar.

Sejak awal pembangunan, embung tersebut sudah menjadi polemik karena tidak masuk dalam Musrenbang tingkat kelurahan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati TTS, Egusem Piether Tahun mengatakan, dirinya bersama Plt Kadis PU, kepala ULP dan Kadis PRKP telah melihat kondisi Embung Oekefan beberapa hari yang lalu.

Menurutnya, Embung Oekefan tidak memenuhi standar perencanaan pembangunan dan disebut memiliki banyak kekurangan dari segi kelayakan sebagai Embung.

” Saya sudah cek sendiri di lapangan, dan memang Embung yang dibangun tahun 2015 tersebut tidak memenuhi standar dalam perencanaan sebuah Embung,” tegas Tahun di Soe, Sabtu (4/1/2020).

Saat ditanyakan apakah masalah Embung Oekefan akan didorong ke ranah hukum, Tahun mengatakan, dirinya tak ingin mendorong masalah tersebut ke ranah hukum. Tetapi jika pihak penegak hukum ingin mengusut persoalan tersebut, dirinya dipersilahkan dan siap mendukung.

Seharusnya, lanjut Tahun embung difungsikan untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga, ternak dan pertanian. Namun sayang, Embung Oekefan hanya menjadi tempat penampungan sampah dan lokasi pemancingan warga. Hal ini jelas sudah melenceng jauh dari fungsi Embung.

” Embung Oekefan hanya dipenuhi sampah dan jadi lokasi warga memancing. Tidak ada ternak atau sayuran yang berada di sekitar Embung tersebut. Ini yang sangat kita sayangkan,” tegasnya.

Lanjutnya, Embung Oekefan menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah agar kedepan dalam pembangunan embung lebih memperhatikan asas kelayakan dan manfaat.

Untuk diketahui Embung tersebut di bangun di wilayah RT 02 dan 04, Kelurahan Oekefan, Kecamatan Kota Soe oleh dinas Pekerjaan Umum Kabupaten TTS.

Embung Oekefan ini dibangun bersamaan dengan embung Mnelalete yang bermasalah sejak tahun 2015 dan sedang dalam proses hukum.

Soal munculnya embung ini kabarnya tidak melalui proses musyawarah perencanaan pembangunan kelurahan sehingga Lurah Oekefan, Musa D.J Missa berpendapat, bahwa pembangunan Embung tersebut bukan atas usulan warga di wilayahnya.

“ Kami di Kelurahan Oekefan tidak butuh Embung, tapi tiba – tiba saja tim dari Dinas PU  Kabupaten  TTS  datang survei ya…. kami terima saja,” tutur Musa Missa. (sys)

Komentar