oleh

Ego Sektoral Masih Hantui Pembentukan Provinsi Flores

-Daerah-79 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com– Ego sektoral masih mewarnai rencana pembentukan Provinsi Flores berpisah dari Nusa Tenggara Timur. Hal itu terlihat dari tarik ulur berbagai kepentingan.
Hal itu dikemukakan Pakar Ilmu Sosial Politik Universitas Nusa Cendana Kupang, Yohanes Fisher Keon, S.Fil, M.PA saat berbincang dengan wartawan di Kampus Undana Kupang, Selasa (3/11).
Untuk pembentukan provinsi tersebut kata dia, sejumlah kabupaten di wilayah Flores telah menggelar rapat koordinasi untuk konsolidasi dukungan guna merealisasikan pemekaran Flores menjadi daerah otonomi baru.
Dalam proses kondolidasi tersebut ungkapnya, masih diwarnai tarik ulur kepentingan untuk penentuan daerah yang akan menjadi pusat ibukota provinsi Flores nantinya.
“Salah satu lokasi yang digadang-gadang untuk ibukotanya adalah Borong di Manggarai Timur. Saya kira wilayah itu cukup pantas karena cukup luas dan layak menjadi ibukota Provinsi Flores,” katanya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Anwar Pua Geno sebelumnya menyatakan, DPRD NTT serius mendukung pembentukan provinsi Flores.
Hal itu dikemukakan Anwar dalam sambutannya saat menghadiri syukuran 75 tahun Paroki Santo Pius X Mukun, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, belum lama ini.
Menurutnya, Provinsi Kepulauan Flores Kepulauan adalah kebutuhan masyasakat demi pendekatan pelayanan pemerintah dengan biaya rendah. Untuk itu, DPRD Provinsi NTT mendukung pembentukan provinsi baru tersebut dan serius memperjuangkannya.
Keseriusan DPRD mendukung pembentukan provinsi baru tersebut, katanya, ditunjukkan oleh kehadiran belasan anggota DPRD saat Kongres Masyarakat Flores dan Lembata di Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Maret 2015.
“DPRD NTT mendukung secara penuh aspirasi rakyat Flores dan Lembata yang ingin membentuk Provinsi Kepulauan Flores,” kata Anwar dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Minggu (1/11) malam.(R5)

Komentar