oleh

DPRD ‘Lindungi’ Warga Liar Di Bantaran Kali Liliba ?

-Daerah-69 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com – Walikota Kupang, Jonas Salean menyebut warga yang bermukim di sepanjang bantaran kali Liliba terkategori liar. Sebab keberadaan mereka di kawasan itu tanpa seizin Pemerintah Kota Kupang.
Namun ia menyayangkan ulah Pemerintah Kelurahan, Rukun Tetangga dan Rukun Warga yang membiarkan warga liar tersebut.
“Mereka datang dan tinggal begitu saja, lurah, RT, dan RW membiarkannya. Kalau mau ditertibkan, mereka demo jadi persoalan baru lagi. Nanti bilang kita tidak manusiawi,” kata Salean kepada wartawan di gedung DPRD Kota Kupang, akhir pekan kemarin.
Ia mengatakan, rencana Pemkot Kupang menertibkan warga liar tersebut terkendala dengan para wakil rakyat yang terkesan melindungi warga liar itu.
Pemerintah lanjutnya, telah berencana untuk menertibkan mereka dan hal itu sesuai perintah aturan. Namun setiap hendak dilakukan penertiban, warga tersebut mengadu ke DPRD Kota Kupang dan para wakil rakyat di gedung DPRD Kota Kupang meminta bila dibongkar harus ada penyelesaian.
“Padahal mereka itu pendatang dan bukan penduduk Kota Kupang,” kata Jonas.
Kepada wartawan, ia tidak dapat sepenuhnya menerima pernyataan fraksi PDIP DPRD Kota Kupang yang menuding pihaknya lakukan pembiaran terhadap warga di bantaran kali Liliba.
Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah melakukan pembiaran terhadap warga di lokasi itu. Selama ini kata dia, upaya Pemkot tertibkan warga tersebut terbentur dengan sikap politik DPRD Kota Kupang yang terkesan melindungi warga liar tersebut.
“Selama ini, kalau pemerintah lakukan penertiban warga mengadu ke Dewan dan selalu diminta untuk mencarikan jalan keluar bagi mereka. Padahal mereka itu masuk ilegal. Kita dengan Dewan belum ada satu kesepakatan. Kalau tidak ada izin dan penghuni liar, harus ada aturan sendiri dan mereka yang tanggung jawab sendiri. Jangan penghuni liar dibebankan kepada pemerintah,” katanya.(rif)

Komentar