oleh

Dipecat Sepihak, Lima Karyawan Unicef siap ke PHI

-Humaniora-18 Dilihat

KUPANG,Terasntt.com — Nasib lima karyawan Unicef Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipecat secara sepihak tanpa alasan tak jelas. Jika upaya mereka tidak diindahkan kasus ini akan dibawa ke pengadilan hubungan industrial (PHI). Hak mereka berupa pesangonpun tidak dibayar pihak manajemen.

Padahal kelima karyawan tersebut telah mengabdi sejak tahun 1990. “Kami tidak tahu alasannya kenapa kami dipecat,” kata Piter Kapitan, salah satu karyawan yang dipecat Unicef Kupang kepada wartawan, Selasa, (22/2/2016).

Menurut Piter, dia bersama empat rekannya diberhentikan tanpa surat Keputusan (SK) pimpinan. Mereka diberhentikan sejak 31 Januari 2016, dan tidak diberikan pesangon atau uang tali kasih seperti yang tertera dalam kontrak kerja.

Padahal, menurut dia, sebelumnya teman mereka juga diberhentikan, namun pihak Unicef memberikan uang tali kasih (pesangon) sebesar Rp 40 juta. Sedangkan kepada mereka hanya diberikan uang sebesar Rp 3 hingga Rp 8 juta sesuai lamanya masa kerja.

“Kami tidak puas, karena diperlakukan tidak adil oleh Unicef,” katanya yang diamini rekan-rekannya.

Ketidakpuasaan Piter Cs ini pun pernah dinegosiasikan dengan pihak Unicef, namun upaya mereka tak kunjung membuahkan hasil, sehingga mereka menyampaikan kasus ini ke media untuk dipublikasikan.

“Jika langkah ini pun tak ditanggapi, maka kami akan membawa kasus ini ke pengadilan hubungan indsutrial (PHI),” katanya.

Hingga berita ini diturunkan pihak Unicef belum berhasil dihubungi wartawan.(mas)

Komentar