oleh

Dewan Sampaikan Banyak Hal Untuk Dinas PU-PR Kota Kupang

-Daerah-81 Dilihat

Kupang,Terasntt.com,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kota Kupang sampaikan banyak hal soal pekerjaan guna di perhatikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kota Kupang.

Hal-hal yang disampaikan ini, pada saat Komisi III DPRD Kota Kupang lakukan kunjungan ke Dinas Pekerjaaan Umum dan Tata Ruang (PU-PR), Senin (21/1).

Kunjungan komisi III DPRD Kota Kupang, yang dipimpin langsung ketua komisi III, Merry Salouw dan ditambah beberapa anggota komisi lain diantaranya Tellendmark Daud, Nithanel Padie, Epy Seran dan Eli Salean, diterimah secara langsung oleh Kepala Dinas PU-PR yang baru yakni Hengki Ndapamerang, bersama Sekretarisnya Devi Loak dengan didampaingi tiga Kepala Bidang yakni Kabid Cipta Karya, Viktor Maubana, Kabid Bina Marga, Yusuf Made, dan Kabid Pengairan, Jeanne Hajon.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi III Merry Salouw mengatakan, kunjungan ini dengan tujuan untuk mengetahui akan pelaksanaaan pekerjaan 2018 dan persiapan pelaksanaan pekerjaan di tahun 2019.Karena ada banyak pekerjaan yang fisik berupa jalan yang banyak di keluhkan warga, sehingga hal-hal ini yang perlu menjadi catatan bagi dinas nantinya pada pelaksanaan kegiatan kedepan.

“Soal pekerjaan jalan ini dalam pelaksanaannya yang sebanarnya 200 meter, tapi yang dikerjakan hanya 100 meter, sehingga saat reses kami banyak masyarakat yang mempertanyakan hal tersebut,” kata Srikandi asal Partai Gerindra tersebut.

Sementara itu,  hal lain yang perlu menjadi perhatian PU-PR  juga disampaikan anggota komisi III asal Partai PDI Perjuangan, Epy Seran meminta kepada Kepala Dinas PU-PR  jika ingin semua dapat berjalan dengan baik di dinas ini, maka tentunya diperlukan reformasi baru bagi para staf terutama mereka yang berada di bagian keuangan.

Karena, menurutnya banyak hal yang terjadi yang dikeluhkan oleh para kontraktor yang jika lakukan pencairan, dimana sudah selesai pekerjaan, namun saat pencairannya sangat mengalami kesulitan.

“Kami akan omong diforum, jika ingin lebih maju maka perlu dilakukan reformasi para staf seperti bendahara keuangan,” lanjutnya.Dan juga hal lain, yang perlu jadi perhatian dinas yakni soal mobil ronsokan ada dihalaman kantor dinas  dan tidak digunakan mendingan dicari satu tempat guna mobil tersebut dipindahkan, atau cari mereka yang ingin menyewakan dengan dilakukan teken kontrak yang menghasil PAD.

“Terlihat kantor ini seperti tidak terurus dari luar karena cukup banyak mobil-mobil yang tidak  terpakai yang diparkir dihalaman kantor ini,” ujarnya.

Berkaitan hal -hal tersebut, Kepala Dinas PU-PR Kota Kupang baru, Hengki Ndapamerang mengaku, semua hal yang yelah disampaikan ini tentunya menjadi catatan, karena sebagai kepala dinas yang baru tentunya belum mengetahui akan kondisi di dinas ini.Namun, untuk pekerjaan fisik 2018 tentunya lebih banyak diketahui oleh sekertaris, sedangkan untuk pelaksanaan pekerjaan tahum 2019 tentunya itu akan menjadi fokus nantinya sesuai beberapa hal yang telah disampaikan oleh para anggota dewan, tapi itu semua belum dapat dilakukan sebab DPA belum diketuk.

“Berbagai hal telah kami persiapkan, namun itu semua masih secara intern, karena kami masih menunggu DPA di ketuk,” ujar Hengki mantan Kadis Tata Kota tersebut.

Ia menambahkan, secara kondisi dinas ini kantor masih butuh diperbaiki, karena masoh bocor sehingga terjadi genangan.(Yon)

Komentar