oleh

Dewan Kota Kupang Ingatkan Dinas Kesehatan Soal Pola Pembagian Abate

-Daerah-69 Dilihat

Kupang,Terasntt.com,- Upaya pembagian serbuk abate guna  mencegah  dan mengendalikan Demam Berdarah Dengeu  (DBD) oleh Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan setempat  sangat didukung oleh para wakil rakyat.Namun, dalam pembagian abate  pola pembagiannya harus  menjadi perhatian oleh dinas kesehatan kedepan.

” Kami mendukung apa yang sudah dibuat   Dinas Kesehatan setempat upaya pencegahan dan pengendalian kasus DBD dengan melakukan pembagian abate bagi warga setelah ditetapkan status DBD oleh Pemerintah setempat.Namun, hal ini dinilai sudah terlambat,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek kepada wartawan di Kantor DPRD, Jumat (25/1).

Mengapa dikatakan terlambat, menurut Ewalde upaya pencegahan sebenar sudahbdilakukannlebih awal sebelum meningkatkannya kasus DBD seperti  pola pembagian abate, dimana sebelumnya dalam pembagian abate  dibagi kepada setiap rumah oleh para kader kesehatan yang ada ditingkat masyarakat.Namun, sekarang  pola pembagaian berubah yakni  masyarakat harus mengambil ke Puskesmas, sehingga ini yang membuat masyarakat merasa malas untuk melangka ke Puskesmas untuk mengambilnya.

“Saya merasa apa yang dilakukan ini sudah terlambat, karena sebenarnya abate tersebut sudah harus dibagi kepada masyarakat saat kegiatan Posyandu,” tambah Ewalde. Dan sekarang semua Puskesmas baru bergerak aktif dalam Bulan Januari, sedangkan curah hujan sudah mulai dari Bulan Desember.

” Ya ini ibarat pepatah yang sebenarnya
siap payung sebelum hujan, namun ternyata sudah hujan dan basah baru siapkan payung , jadi apa yang dilakukan pemerintah saat ini saya merasa sudah terlambat, sehingga pola pencegahan harus dirubah khusus dalam pembagian abate untuk mencegah DBD di tingkat masyarakat,” ujar Srikandi asal PKB tersebut.

Selain itu, kata Ewalde pelaksanaan sosialisasi 3M plus juga masih minim, dimana setelah masuk musim hujan baru dilakukan sosialisasi.Sebenar  harus dilakukan disetiap kesempatan sebelum-sebelum memasuki musim hujan.Dan juga dalam sosialisasi gerakan 3M plus ini,  dinas kesehatan berkoordinasi dengan Dinas Komimfo untuk menggunakan mobil informasi guna menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pencegahan DBD kepada masyarakat.

“Mengapa kita bisa melakukan sosialisasi PHBS  cuci tangan diseruh-seruhkan, sedangkan upaya pencegahan DBD melalui sosialisasi gerakan 3 M plus tidak seruh.Pada hal ini juga bagian dari polah hidup sehat,” kata Ewalde.

Namun, upaya pembrantasan sarang nyamuk masal yang sudah dilakukan saat ini mau dibilang apa, sehingga sebagai wakil rakyat tentunya mengharapkan kedepan pola pencegahan dapat dirubah, baik sosialisai maupun pembagian abate nantinya, ” pinta Ewalde.

Hal senada juga dikatakan, Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Livingston Ratu Kadja mengatakan, mencegah dan mengendalikan Demam Berdarah Denque yang dilakukan pemerintah kotadengan
membagi-bagikan serbuk abate dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Massal tersebut sudah dilaksanakan.

Tetapi, pinta politisi PAN tersebut pola pembagian abate dan sosialisasi harus dirubah, guna upaya pencegahan dapat dilakukan lebih awal sebelum terjadi kasus.

” Kami tahu pencegahan darurat demam berdarah dalam pencegahan dan pengendalian kasus. Mereka intensif surveilans ke rumah sakit. Lalu diadakan penyelidikan epidemologi. Setelah diadakan abateisasi, tapi minimal upaya pencegahan sudah di lakukan kepada masyarakat pada saat memasuki.musim hujan,” kata Ratu Kadja.

Menurut Ratu Kadja, secara data kasus DBD meningkat, dan paling banyak kasus ini terjadi di  Bulan Januari 2019.(Yon)

 

Komentar