oleh

Demo ke Polda NTT, PMKRI Minta Brigpol Polce Adu Dipecat

-Hukrim-68 Dilihat

Aktivis PMKRI Kupang saat Demo ke Polda NTT, Selasa 21/1/2020 (foto faris)

Kupang, teras-ntt.com — Buntut pemukulan ketua PMKRI Kupang, Adrianus Oswin Goleng oleh anggota Sat Lantas Polres Kupang Kota, Brigpol Polce Adu CS
Mapolda NTT di demo. Puluhan aktivis PMKRI berorasi halaman Mapolda dan meminta Polce CS dipecat dari institusi karena bertindak semena – mena, Selasa (21/1/2020).

Aksi tersebut sebagai bentuk protes mahasiswa terhadap tindak kekerasan oleh oknum Satlantas Polres Kupang Kota terhadapKetua PMKRI cabang Kupang Adrianus Oswin Goleng.

Dalam aksi tersebut mereka menyatakan, bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum Polisi ini tidak sesuai dengan PP No. 80 Tahun 2012 tentang tata cara pemeriksaan kendaraan Bermotor di jalan dan Penindakan Pelanggaran lalu lintas dan Angkutan jalan.

Untuk itu Aktivis PMKRI mendesak Kapolda NTT membentuk tim investigasi terhadap penilangan yang tidak sesuai SOP oleh Satlantas Polres Kupang Kota.

Mereka juga mendesak Kapolda agar memecat terduga Brigadir Polisi Polce Adu, CS karena diduga melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap saudara Oswin Goleng yang mengakibatkan memar sebagaimana diduga melanggar Pasal 170 dan 351 KUHP.

Juga mereka menyatakan, tindakan yang dilakukan oleh oknum Satlantas ini merupakan salah satu pelanggaran HAM karena telah membatasi hak menyampaikan pendapat dan melakukan kekerasan terhadap masyarakat sipil.

Sementara korban Adrianus Oswin Goleng kepada wartawan mengatakan, dia berhak melaporkan anggota Satlantas Polres Kupang Kota tersebut karena melakukan kekerasan secara fisik dengan memukul, mengitimidasi dan mengusir korban keluar dari kantor Satlantas Polres Kupang Kota.

Menurutnya, disaat membuat laporan, Ia diarahkan ke RS bayangkara untuk divisum dan terdapat beberapa luka memar disekitar leher, dada dan perut.

Terkait pemukulan sendiri, jelasnya, berawal dari ia mempertanyakan mekanisme dan SOP tilang terhadap dirinya, Hal tersebut tidak diterima baik oleh terlapor dan menanggapi dengan bahasa yang arogan.

Oswin Goleng yang adalah Ketua PMKRI Kupang itu pun menanggapi, bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan disiplin anggota Polri dan kode etik profesi Polri juga mencoreng citra Polri yang sepantasnya mengayomi masyarakat.(fs)

Komentar