oleh

Demo Celah Timor, Australia Dituntut Selesaikan Sengketa Batas Laut

TIMOR LESTE, Terasntt.com — Gerakan Anti Okupasi Laut Timor Leste di Dili, Timor Leste menggelar aksi demonstrasi mendesak Pemerintah Australia menyelesaikan sengketa batas laut. Mekanisme penyelesaiannya sesuai Juridiksi Pengadilan Internasional (ICJ dan Tilos) terkait kasus celah Timor.

Kurang – lebih 5.000 massa yang tergabung dari unsur aktivis, LSM, mahasiswa dan veteran ini, Selasa (23/02/2016) pagi, berunjuk rasa di depan Embassy Australia di Dili Timor Leste.

Massa menilai pemerintah Australia selama ini tidak menghargai kedaulatan Timor Leste, lantaran tak punya niat baik untuk bernegosiasi dalam upaya penyelesaian kasus celah Timor.

Juru bicara Gerakan anti Okupasi Laut Timor, Juvinal Dias dalam orasinya secara tegas mengingatkan kepada pemerintah Australia agar tidak menggunakan kekuatan politik dan ekonominya untuk mencuri kekayaan Timor Leste.

” Pemerintah Australia harus secepatnya menyelesaikan sengketa celah Timor dengan Pemerintah Timor Leste. Jangan hanya menggunakan kekuatan politik dan ekonominya untuk mencuri kekayaan Timor Leste,” tegas Dias disambut tepuk tangan massa.

Kurang – lebih 5 jam berorasi tak satupun staf atau pimpinan Embassy Australia menemui pendemo.

Massa yang tadinya masih tenang, tampak semakin marah dan akhirnya Korlap Gerakan Anti Pendudukan Laut Timor, Manuel Monteiro dan Juvinal Dias terpaksa menyerahkan pernyataan sikap berupa tuntutan mereka yang ditandatangi perwakilan LSM – aktivis dan Veteran kepada satpam Kedutaan Australia di pintu penjagaan.

“Tidak ada satupun staf dari Kedutaan Australia yang keluar bertemu kami. Pernyataan sikap kami serahkan melalui pintu penjagaan dan diterima seorang petugas jaga,” ungkap Dias saat dihubungi melalui ponselnya.

Ia pun berharap aspirasi mereka itu dapat diterima pimpinan Kedutaan Australia dan secepatnya direspon.

Aksi Gerakan Anti Okupasi Laut Timor ini bertujuan agar Pemerintah Australia segera menyelesaikan sengketa batas laut sesuai konvensi Internasional dengan prinsip Median Line (garis tengah).

Dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung selama lima jam ini, berjalan aman berkat pengamanan ketat, pihak keamanan Timor Leste.

Masa pendemo berjanji akan kembali ke Kedutaan Besar Australia yang berada di Dili Timor leste, dalam waktu dekat untuk menagih jawaban atas penyataan sikap yang diberikan.

Aksi Gerakan Anti Okupasi Luat Timor ini mendapat dukungan solidaritas dari beberapa warga negara lain seperti, USA, Norway, Australia, Uganda, Indonesia.

Terkait kasus celah Timor yang tak kunjung diselesaikan ini hanya menguntungkan piha Australia. Puluhan tahun Australia menikmati sumber laut dan cadangan minyak dari celah Timor dengan argument yang tidak adil.

Mereka mengklaim, wilayah laut yang menurut hukum International menjadi milik TL adalah milik Australia. Kepentingan ini di dasari oleh cadangan minyak dasar laut. Dan sejak 1999 Australia mendapatkan keuntungan sekitar 5 milyar dolar dari celah Timor.

“Sudah lebih dari 40 tahun laut Timor dan isinya di eksploitasi oleh Australia. Dan alasan aksi hari ini adalah mengajak Pemerintah Australia untuk merundingkan batas Laut Timor secara bilateral berdasarkan hukum Maritim Internasional. Australia tidak memiliki niat baik untuk duduk bersama pemerintah Timor Leste melakukan dialog batas laut. Pemerintah Australia mengulur waktu dan ini berdampak pada explotasi minyak dicelah Timor. Mengulur waktu dengan tujuan bisa menekan pemerintah kita agar lemah dalam negoisasi dan harus mengikuti kehendak mereka,” tegas Dias.(dit)

Komentar