oleh

Debit Air PDAM Kota Kritis

-Ekbis-23 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Akibat musim panas berkepanjangan sumber air PDAM Kota Kupang terus menurun, bahkan hingga kritis. Sebelumnya pasokan air sebanyak delapan liter per detik terus menurun hingga dua liter.

” Akibatnya distribusi air kepada pelanggan terganggu. Kami menghimbau agar konsumen bisa menghemat air baku tersisa agar bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga,” kata
Direktur PDAM Kota Kupang, Noldy Mumu kepada wartawan di Kantor DPRD, Rabu (25/11/2015).

Noldy Mumu mengatakan, saat ini PDAM kota memiliki 15 sumber air dari ssumur bor, namun dua diantaranya tidak dioperasikan.

” Debit air dari ke 15 sumur bor itu rata – rata menurun hingga lebih dari 50 pesen, bahkan dua sumur di NBSs dan Alak hingga 70 – 90 persen dan tidak bisa dioperasikan,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Mumu para pelanggan diminta untuk bisa memahami kondisi ini, bahkan sudah diambang kristis.

” Kami selaku pengelolan PDAM tidak bisa berbuat apa-apa, dan hanya mengharapkan hujan turun agar cekungan tanah bisa terisi dan air tanah kembali naik,” katanya.

Menurut Mumu , langkah yang diambil untuk mengatasi masalah air di Kotan Kupang dengan mobil tangki, terutama pada titik – titik kritis.

Ia mengaku, salah satu langka penanganan masalah air melalui pemerintah kota yakni BPBD kota sementara melakukan pelayanan pemenuhan air bagi masyarakat melalui mobil tengki.

Pada kesempatan berbeda, Wakil Ketua I DPRD Kota, Christian Baitanu mengatakan, menurunnya debit air hingga kritis harus disikapi dengan serius. Salah satu cara ingkatkan pelayanan dengan mobil tangki terutama pada daerah kritis.

Baitanu mengatakan, bahwa setiap tahun Kota Kupang mengalami krisis air, sehingga Dinas PU perlu melakukan pemetaan terhadap sumber air secara keseluruhan dan pasti. Karena ada beberapa wilayah sulit mendaptkan sumber air seperti sumur bor.

“Saya minta agar dinas PU harus ada peta sumber air yang pasti. Hampir setiap tahun Dinas PU membangun sumur bor tetapi tidak mendapatkan air. Hal seperti ini perlu mendapat perhatian agar bisa keluar dari kemelut air baku,” katanya. (rif)

Komentar