oleh

Dansatgas Pamtas RI – RDTL Ajarkan Wawasan Kebangsaan ke Pelajar

-Daerah-78 Dilihat

KEFAMENANU, Terasntt.com – Wawasan kebangsaan merupakan sudut pandang suatu bangsa dalam memahami jati diri dan lingkungannya, menentukan cara, memanfaatkan kondisi geografis, sejarah, sosial budayanya dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional.
Hal itu disampaikan Komandan Satgas Pamtas RI – RDTL Sektor Barat Yonarmed 11/Kostrad, Letkol Arm Teguh Tri P.U Sos saat tampil sebagai pembicara pada sosialisasi wawasan kebangsaan kepada lebih dari 300 siswa SMK yang berlangsung di aula SMK Katolik Kefamenanu, Sabtu (24/10).
“Akhir – akhir ini, dampak krisis multidimensional menunjukkan adanya tanda awal munculnya berbagai krisis percaya diri dan rasa hormat diri sebagai bangsa. Krisis kepercayaan sebagai bangsa berupa keraguan terhadap kemampuan diri sebagai bangsa untuk mengatasi berbagai persoalan mendasar yang terus-menerus datang, seolah-olah tidak ada habis-habisnya menyerang Indonesia,” kata Teguh.
Menurutnya, Indonesia akan kuat abila karakter anak bangsa sejak dini dibangun melalui pemahaman dan aktualisasi tentang wawasan bangsa.
“Wawasan kebangsaan sangat perlu ditanamkan sejak usia dini dan secara terus menerus ditanamkan, sehingga wawasan kebangsaan yang sudah ditanamkan tidak dengan mudah luntur”.
Pelaksanaan kegiatan itu kata dia, bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme yang tinggi kepada para murid agar tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan RI, sehingga lebih peduli lagi kepada bangsa dan negara.
“Pergeseran nilai yang dianut suatu bangsa dapat menciptakan perubahan yang menjadi mutlak diperlukan. Yang membedakan suatu bangsa menjadi bangsa yang maju dan bangsa yang tertinggal yakni bagaimana respon dari bangsa itu sendiri menghadapi berbagai perubahan yang muncul. Berbagai masalah sosial yang ditemui di tengah masyarakat, di kalangan remaja, sebagai contoh sering terjadinya tawuran antar pelajar, masih banyak pengguna narkoba, pelaku – pelaku seks bebas yang kian merambah para generasi penerus dan jelas dapat merusak masa depan mereka,” terangnya.
Salah seorang siswa, Pier Taolin dari kelas 11 multimedia saat sesi tanya jawab mempertanyakan peran TNI dalam memerangi kasus penyelundupan di wilayah perbatasan. Menurutnya, kasus itu terus berlangsung setiap tahun bahkan terus meningkat.
Sementara Ivony Kumaat, siswa lainnya menyoroti tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur dan penggunaan narkoba yang marak oleh oknum hampir di semua kalangan.
Menanggapi hal itu, Letkol Arm Teguh menjelaskan, pelaku penyelundupan di perbatasan dua negara, RI – RDTL nekad melakukan aksi ilegal tersebut karena benturan ekonomi.
“Tingginya harga sembako dan bbm di Timor Leste memicu pelaku transaksi ilegal nekad menerobos jalur tikus hanya untuk berjualan dan mendapat keuntungan yang besar tanpa memperhatikan keselamatan,” katanya.
Maraknya kasus itu lanjut Teguh, ia menduga pelaku mengetahui jadwal patroli anggota satgas sehingga para pelaku beraksi di luar jadwal patroli. Namun pihak Satgas telah berusaha meningkatkan jadwal patroli di setiap pos perbatasan sektor barat.
Sementara berkaitan dengan kasus Naroba, ia mengingatkan para siswa dan siswai di sekolah itu agar terhindar dari kasus tersebut.
Para siswa juga diingatkannya agar tidak terjerumus dengan berbagai kenakalan akibat seringnya membaca dan melihat situs-situs yang gampang ditiru, seperti pergaulan bebas, ugal-ugalan, narkoba dan melakukan tindakan kriminal lainnya yang disebabkan ketidak pemahaman akan wawasan kebangsaan yang berakibat membahayakan bangsa sendiri.
Ditambahkannya, kegiatan sosialisasi tersebut akan dilaksanakan pihaknya pada sejumlah sekolah di TTU khususnya sekolah – sekolah yang berada dekat garis perbatasan RI – RDTL.
“Kegiatan ini akan merata kami laksanakan di semua sekolah di kabupaten TTU, khususnya sekolah – sekolah di perbatasan juga kita akan berusaha masuk dengan harapan agar semua siswa yang ada di TTU ini mempunyai pemahaman yang sama tentang wawasan kebangsaan,” ungkapnya.
Sementara Kepala Sekolah SMK Katolik Kefamenanu, Mathias Hagut memberikan apresiasi dengan berbagai upaya TNI dalam memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan pelajar.
“Keberadaan Satgas Pamtas dengan penyampaian materi wawasan kebangsaan ini menjadi suatu pembekalan wawasan kebangsaan terhadap para siswa yang adalah generasi penerus di masa yang akan datang”, ungkapnya.
IA berharap agar kegiatan itu dapat menjadi filter dalam menyaring segala informasi yang akan menyesatkan pemahaman berbangsa dan bernegara bagi para generasi penerus bangsa.
“Siswa/i ini adalah generasi penerus bangsa yang suatu saat nanti akan tumbuh menjadi pemimpin yang membawa Negara Indonesia ke arah yang lebih baik. Dengan dibekali materi wawasan kebangsaan sedini mungkin, bisa dijadikan modal dasar dalam tumbuh kembang mereka di negara tercinta Indonesia yang memiliki Keaneka ragaman baik suku bangsa,agama bahkan bahasa yang menjadi Kekayaan Indonesia,” ungkap Hagut.(jud)

Komentar