oleh

Dampingi 500 ODHA, YFS Kesulitan Obat dan Tenaga

-Humaniora-21 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Hingga saat ini Yayasan Flobamora Support (YFS) Kupang mendampingi 500 dari 811 Orang Dengan Hiv/Aids (ODHA) se Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). YFS kesulitan obat – obatan dan kekurangan tenaga pendamping untuk memaksimalkan pelayanan.

Demikian disampaikan, Ketua YFS Kupang, Emils P.Hurek saat ditemui di sekterariat setempat,
Selasa (23/02/16)

Menurutnya, YFS lebih fokus pada pendampingan ODHA berdasarkan pada 5 pilar, yakni memiliki kepercayaan diri yang tinggi, memiliki pengetahuan tentang Hiv/Aids, memiliki jiwa kemandirian untuk berjuang dalam hidup, memiliki tekad untuk stop Hiv/Aids dan tidak menularkannya pada orang lain. Dan memiliki gaya hidup bermasyarakat.

“Kita melakukan pendampingan apa adanya terhadap ODHA sekalipun kita kesulitan obat-obatan dan tenaga pendamping akan tetapi kegiatan kita tetap berjalan. Yang terpenting kita fokus pada 5 pilar utama ODHA. Mereka tetap miliki rasa percaya diri. Memiliki pengetahuan tentang Hiv/Aids. Mandiri, stop Hiv/Aids dengan tidak menularkan ke orang lain dan hidup bermasyarakat,” katanya.
Selain itu, Ia juga menjelaskan proses pengadaan obat-obatan yang tidak memadai menjadi sisi penghambat utama dalam upaya peningkatan kesehatan bagi para ODHA.

Untuk itu, Ia berharap ada kepedulian dari Dinas Kesehatan baik Provinsi dan Kabupaten/Kota agar mengupayakan pemenuhan kebutuhan obat bagi ODHA.

Sejauh kata Hurek, para pendamping berupaya meminjam jatah obat yang kemudian ditanggulangi saat proses pengadaan obat,

Ia menilai minimnya pengetahuan petugas administrasi di rumah sakit berdampak pada pengadaan obat-obatan bagi ODHA setiap bulan.

“Petugas admin tidak cakap dalam melakukan pengadaan obat-obatan bagi ODHA. Pelayanan para ODHA di rumah sakit pun belum maksimal karena terbatas pada pengadaan obat-obatan. Kalau bisa ke depan ada kebijakan pemeriksaan kesehatan atau pelayanan kesehatan gratis bagi para ODHA. Sekarang saja biaya pemeriksaan sangat mahal sehingga banyak ODHA lebih memilih tidak cek up. Saya pikir perlu para ODHA ini dibantu dengan kebijakan pemerintah,” tegasnya.(man)

Komentar