oleh

Bupati Kupang : Masyarakat Belum Sadar Untuk Menanam

-Daerah-64 Dilihat

OELAMASI, Terasntt.com – Untuk menyukseskan Gerakan Tanam Paksa dan Paksa Tanam (GTPPT) yang dicanang Pemerintah Kabupaten Kupang sejak tahun 2009 lalu diperlukan adanya kesadaran warga.

Hal ini diungkapkan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki saat melakukan penanaman anakan kelapa di waduk oelbiteno Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, Sabtu (16/04).

Bupati Titu Eki sayangkan, hingga saat ini kesadaran warga untuk menanam belum signifikan. Sebab menurutnya, ketika gerakan moral ini diluncurkan sekitar baru dua persen warga yang menanam dan telah menikmati hasilnya.
Menurutnya, masyarakat terkesan hanya terpaksa menanam tanpa ada niat yang tulus melakukannya. Hal itu kata dia, menunjukan kesadaran masyarakat masih minim dan belum ada kesadaran dari dalam hati.

“Karena ada gerakan tanam paksa dan paksa tanam maka masyarakat juga terpaksa menanam dan juga minim kesiapan,”tuturnya.

Dengan kondisi ini lanjut Titu Eki, masyarakat belum memiliki spirit dari dalam diri untuk menanam secara sadar.

“Gagasan tanam paksa dan paksa tanam juga mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat,”ungkapnya.

Ia menambahkan, penghargaan yang diperolehnya di bidang lingkungan bukan sebagai tanda kesuksesan program tapi akan menjadi motivasi sehingga masyarakat Kabupaten Kupang agar kebih sadar lagi menanam berbagai anakan pohon.

“saya minta masyarakat kabupaten kupang untuk sadar dan menanam lebih banyak lagi tanaman produktif, apalagi disaat curah hujan yang minim seperti saat ini jika kita sudah menanam sejak dulu pastinya tanaman itu dapat menjadi tempat berteduh dari terik matahari dan juga mampu menampung air tanah sehingga suasana akan lebih dingin dibanding sekarang,”katanya.

Kepada wartawan usai kegiatan menambahkan, hingga saat ini terdapat sejumlah wilayah di Kabupaten Kupang yang telah melakukan penanaman, namun yang menjadi persoalan adalah pemisahan daerah pertanian dan daerah ternak sehingga saat masyarakat melakukan penanaman terkadang tanaman itu dimakan ternak dan juga mati lantaran panas terik.

“Data dari semua kecamatan, desa/kelurahan itu akan menggambarkan berapa jenis tanaman milik individu dan berapa jenis tanaman milik kelompok,”ungkapnya.(bet)

Komentar