oleh

BNPT Klaim Sudah Keluarkan Peringatan Ancaman Teror

-Hukrim-70 Dilihat

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengaku sudah mengeluarkan peringatan adanya ancaman teror di Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia kepada aparat keamanan sebelum terjadinya ledakan di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1) kemarin.

Namun, peringatan dari BNPT tidak berbuah hasil positif karena teroris berhasil meledakkan bom dan menghujam beberapa aparat kepolisian dengan peluru kemarin.

Menurut Kepala BNPT Saud Usman, teroris yang menjalankan aksinya kemarin telah diduga akan melakukan ‘konser’ di lokasi-lokasi yang sarat kepentingan asingnya. Hal itu dilakukan karena para teroris dianggap masih memiliki dendam dengan dunia internasional.

“Kami sudah memperingati bahwa mereka (teroris) akan melakukan ‘konser’. Kepada aparat di lapangan diharapkan waspada karena mereka memang menargetkan aparat di lapangan dan berbagai target lain dengan kepentingan asing,” kata Saud di Kantor Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan, Jumat (15/1).

Untuk mencegah terjadinya teror di masa mendatang, Saud pun mengaku sudah menyiapkan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Dalam revisi yang disiapkan akan dimasukkan pengaturan mengenai pembinaan, pencegahan, dan rehabilitasi terhadap aksi terorisme.

“Ke depan para terduga teroris mudah-mudahan bisa ditahan (aparat keamanan),” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan teroris yang melancarkan serangan pengeboman dan penembakan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat ada yang menjadi bagian dari 100 warga negara Indonesia (WNI) yang kembali dari Suriah pada November 2015 lalu.

“Ada bagian (100 WNI yang kembali dari Suriah) itu,” ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (15/1).

Luhut menyampaikan, nama-nama pelaku penyerangan tersebut sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya olehnya. Hal itu dikarenakan ada di antara mereka yang pernah ditahan sebelum akhirnya dilepaskan.

“Ada di antara mereka itu yang sudah pernah ditahan, dilepaskan, dan ikut bom bunuh diri,” katanya.

Meski sudah memprediksi nama-nama tersebut, Luhut mengaku tidak bisa mencegah operasi teroris tersebut karena intelijen secanggih apapun akan sulit menduga pikiran dan niat seseorang.

“Jadi yang tidak bisa kami duga adalah kapan, di mana, dan bagaimana mereka melakukan,” ujarnya.(utd)

Komentar